Blitar restorasihukum.com -Di tengah tengah pemerintah pusat dan daerah untuk memerangi kemaksiatan , prostitusi , pornografi , ternyata masih ada oknum Kepala ponpes putri diduga masih suka bermain main dengan kenikmatan sesaat. Yang hanya mengumbar nafsu syahwatnya , dengan tidak mengindahkan moral , etika dan kepatuhan.
Berdalih hendak membantu salah satu stafnya sebut saja Ms (inisial) seorang janda yang baru ditingal mati oleh suaminya, Kepala Ponpes (pondok pesantren) Putri di wilayah Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, sebut saja Mlk (inisial) diduga sengaja mengajak Ms cek in pukul 14.15 di hotel Srabah Kabupaten Tulung Agung.
Kepala ponpes yang memiliki empat cucu tersebut saat di konfirmasi di pondoknya , mengatakan ” bahwa kami bertemu untuk membantu menyelesaikan permasalahan mobil milik Ms ( jenis mobil Honda Jass warna Merah nopol KT 1269 MK) yang akan di cabut bendel dan akan dibalik nama. Karena saya kasihan pada Ms yang baru saja ditinggal suaminya maka Ms saya tolong. Karena situasi saat itu ramai di jalan raya ngak enak kalau dilihat orang, maka saya mengajak Ms mencari tempat yang tenang, barulah saya berpikir untuk mencari sebuah hotel walaupun sebelomnya saya ragu mau ke hotel apa ngak. Saya ngak tahu jika ada seseorang yang mengikuti saya “
Masih Mlk, ” Tolong jangan di muat pemberitaan ini mengingat saya malu pada keluarga dan anak anak saya , bagaimana mentalnya jika mengetahui hal tersebut, saya rasa sudah wajar jika manusia itu bersalah mas, “pungkasnya”.
Menurut narasumber yang ada pada tanggal 16 februari 2015 lalu melihat kejanggalan di hotel Srabah ada sebuah mobil Honda Jass warna merah dengan Nopol KT 1269 MK cek in pada pukul 14.15 wib dan cek out 16.30 wib yang ditumpangi oleh dua orang yang diketahui bernama Ms asal Panggung Rejo Blitar dan Mlk asal Nglegok Blitar, diketahui Mlk dan Ms bukan pasangan suami istri melainkan seorang pimpinan dan karyawan, ditengah perjalanan Mlk turun dan mengambil mobilnya Toyota Inova AG 455 MU warna silver.
Sungguh ironis apabila hanya untuk menyelesaikan permasalahan balik nama sebuah kendaraan harus masuk hotel segala. Sumber permasalahannya adalah hotel tempat bertemunya mereka berada di Tulung Agung dan tempat tinggal Ms dan Mlk (di Kabupaten Blitar) jaraknya sangatlah jauh bahkan antar kabupaten. Ada apa dibalik ini semua…...(Rd)






