Wamendagri Sebut Transformasi Bandara Douw Aturure Jadi Simbol Harapan

0
53

Nabire, restorasihukum.com – Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, menyampaikan apresiasi atas pengembangan Bandara Douw Aturure yang kini mampu melayani pesawat berbadan besar. Ia menilai transformasi tersebut menjadi simbol harapan bagi kemajuan pembangunan di Papua Tengah. Hal ini disampaikan Ribka usai mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Kabupaten Nabire, Senin (20/4/2026).

Menurut Ribka, pengembangan bandara yang memungkinkan pesawat jenis Boeing untuk mendarat merupakan pencapaian penting dari upaya pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. Ia mengaku bersyukur karena rencana yang sebelumnya diharapkan kini telah terwujud.

“Hari ini tanggal 20 April 2026 saya Wakil Menteri Dalam Negeri, merasa bersukacita sekali karena apa yang kami impikan pada saat itu, yakni memperpanjang Bandara Douw Aturure untuk didarati oleh pesawat Boeing, semuanya sudah terwujud. Hari ini pesawat Wakil Presiden Republik Indonesia mendarat di Bandara Douw Aturure,” ujarnya.

Ia juga mengenang tantangan pada awal masa tugasnya saat menjabat sebagai penjabat gubernur, ketika pengembangan bandara tersebut sempat diragukan. Namun, menurutnya, proses panjang itu akhirnya membuahkan hasil yang nyata bagi masyarakat.

“Pada saat saya pertama di sini sebagai penjabat gubernur, saya sempat tersujud di bandara. Banyak orang yang sempat meragukan bahkan memfitnah, tetapi Tuhan izinkan semuanya bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran meninjau langsung kesiapan infrastruktur bandara guna memastikan dukungan terhadap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Peninjauan ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di kawasan timur Indonesia.

Sementara itu, Kepala Bidang Penerbangan Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah, Samuel Ricky Rantelimbong, menjelaskan bahwa bandara yang dikelola Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Nabire tersebut terus mengalami pengembangan, baik pada sisi udara maupun sisi darat.

“Bandara ini memiliki fasilitas sisi udara seperti runway, apron, taxiway, runway strip, serta fasilitas sisi darat seperti terminal penumpang, terminal kargo, powerhouse, dan bangunan penunjang lainnya,” paparnya.

Ia menyebutkan, runway telah diperpanjang dari 1.600 meter menjadi 2.500 meter, sehingga memungkinkan pesawat berbadan besar untuk beroperasi. Selain itu, tersedia fasilitas seperti apron, taxiway, terminal penumpang, terminal kargo, serta berbagai bangunan penunjang.

Meski demikian, pengembangan lanjutan masih diperlukan, terutama pada kapasitas terminal penumpang dan fasilitas pendukung lainnya agar mampu mengimbangi peningkatan trafik penerbangan ke depan.

Kunjungan kerja tersebut dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Kepala Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Tengah Petrus Waine, serta Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.

Melalui penguatan infrastruktur ini, pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk meningkatkan konektivitas dan mempercepat pembangunan di Papua Tengah sebagai daerah otonomi baru.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here