Bojonegoro, restorasihukum.com – Ratusan warga rela berdesakan, demi mengikuti ritual sembahyang rebutan yang dilakukan oleh Klenteng Hok Swie Bio, Bojonegoro. Selain orang dewasa, terlihat juga anak-anak ikut dalam ritual tahunan tersebut.
Mereka rela berdesakan demi merebutkan gunungan dalam rangkaian ritual sembahyang rebutan. Bahkan tak jarang ada juga yang hingga terjatuh dan terhimpit diantara lautan manusia yang memperebutkan gunungan tersebut.
Sebelum acara rebutan dimulai, panitia bersama jamaah Tri Dharma terlebih dahulu melakukan sembahyang tiga kali. Warga yang ingin memperebutkan ke 37 Gunungan China tersebut, haruslah berada di depan pagar klenteng.
Setelah usai sembahyang, panitia secara mendadak menabuh gendang yang berarti ritual rebutan gunungan dimulai. Mendengar aba-aba tersebut, warga langsung menyerbu 37 gunungan yang sudah disediakan. Selain orang dewasa, terlihat juga anak-anak ikut merebutkan gunungan tersebut.
Menurut pengurus klenteng, Tan Jie Hwati, setiap tahunnya ia selalu mengikuti sembahyang rebutan di Klenteng Hok Swie Bio Bojonegoro. Diyakini, hasil yang diperebutkan memiliki berkah tersendiri.
Selain itu, juga disediakan dorprize berupa kompor gas, kipas angin maupun angpao yang disediakan oleh panitia.
“Ritual ini merupakan bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena telah diberi kehidupan dari hasil bumi,” kata Tan Jie Hwai. (pul)











