Malang, restorasihukum.com – Warga memasang dua spanduk di pasang melintang di ats jalan, yang berisi kecaman sebagai bentuk protes kepada Wali Kota Malang M Anton.
Protes ini di lakukan karena kondisi jalan rusak di Jalan Tidar yang tak kunjung diperbaiki. Dua spanduk itu dipasang di depan kampus Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia (STIKI) Malang dan di dekat jembatan Kali Metro.
Namun keberadaan spanduk itu tidak berlangsung lama, karena petugas Satpol PP Kota Malang langsung menertibkan spanduk yang berisi kecaman kepada Wali Kota Malang, M Anton, itu.
Kepala Satpol PP Kota Malang, Agoes Edy Proetanto mengatakan sudah memerintah anggotanya untuk melepas dua spanduk yang dipasang warga di Jalan Tidar.
Menurutnya, pemasangan spanduk itu tidak ada izinnya. Selain itu, spanduk itu berisi protes terhadap Wali Kota Malang, M Anton. “Kalau mau protes silahkan datang langsung ke kantor Wali Kota. Mereka bisa menyampaikan keluhan soal kerusakan Jalan Tidar langsung ke Wali Kota,” tegasnya.
Sementara menurut salah seorang warga Andri spanduk protes baru dipasang warga Rabu pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, petugas Satpol PP datang untuk melepas dua spanduk itu.
Kondisi Jalan Tidar memang sudah lama rusak parah. Banyak pengendara yang jatuh setelah kendaraannya terperosok ke lubang. Selain itu, kondisi jalan juga licin, untuk itulah akibat kerusakan jalan itu sering menyebabkan kecelakaan.
“Selama ini,Pemkot Malang hanya menguruk lubang di jalan ini. Bekas urukan malah membuat kondisi jalan licin dan sering menjatuhkan pengendara sepeda motor,” paparnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Malang, Jarot Edy Sulistyono mengatakan perbaikan Jalan Tidar sudah masuk program tahun ini.
Menurut Jarot, sekarang ini DPU sedang membuat perencanaan untuk perbaikan Jalan Tidar, lalu melakukan lelang pengerjaan. “Kami minta masyarakat bersabar. Tidak sampai akhir tahun ini, kondisi Jl Tidar sudah mulus,” ujarnya.
Untuk di ketahui spanduk itu berisi kecaman kepada Wali Kota Malang, M Anton. Satu spanduk bertuliskan “He.. Wali Kota Malang!!! Mana Mata dan Telingamu? Perhatikan Jalan Ini Bukan Jalan Para Setan.
Spanduk satunya lagi berisi “Anton… Wali Kota Malang. Mana Tanggung Jawabmu? Minta Tambah Berapa Korban Lagi Kamu Mau Betulin Jalan”. (mnf)











