Yang Mulia Raja Mohammed VI Menyampaian Pidato di Parlemen Tahun Legislasi ke-Lima dari Legislatur ke-11

0
87

Rabat, restorasihukum.com– Raja Maroko, Mohammed VI, didampingi oleh Putra Mahkota Moulay El Hassan dan Pangeran Moulay Rachid, secara resmi membuka sesi pertama tahun legislatif kelima dari Legislatur ke-11 Parlemen, Jumat (12/10). Dalam pidato kenegaraannya, Raja menyerukan penyelesaian agenda legislasi dan percepatan program pembangunan lokal.

Raja menekankan pentingnya kolaborasi antara parlemen dan pemerintah dalam menyelesaikan sisa agenda legislasi menjelang berakhirnya masa jabatan anggota Dewan Perwakilan. Ia juga mendorong sinergi antara proyek strategis nasional dan program sosial agar pembangunan berjalan merata dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Fokus pada Pembangunan Lokal dan Pemerataan

Pidato Raja juga menyoroti pentingnya keadilan sosial dan pengurangan kesenjangan antarwilayah sebagai prioritas strategis nasional, bukan sekadar slogan. Ia menekankan perlunya perubahan pola pikir dan metode kerja, serta penerapan budaya kerja berbasis hasil dan pemanfaatan teknologi digital.

“Pembangunan lokal merupakan cermin sejati dari kemajuan Maroko yang bersatu dan berkembang,” tegasnya.

Raja Mohammed VI juga meminta agar program pembangunan lokal generasi baru segera diimplementasikan secara merata di wilayah perkotaan maupun pedesaan, dengan prioritas pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, serta penguatan inisiatif ekonomi lokal.

Tiga Isu Strategis Pembangunan Lokal

Dalam pidatonya, Raja menyoroti tiga isu penting yang perlu menjadi perhatian bersama:

1. Wilayah Rentan:Perhatian khusus diminta bagi daerah-daerah rentan seperti kawasan pegunungan dan oasis. Raja menyerukan kebijakan publik yang terintegrasi untuk wilayah ini, mengingat 30% wilayah nasional berada di daerah pegunungan.

2. Pembangunan Pesisir:Pemanfaatan potensi pesisir secara berkelanjutan melalui penerapan UU Pesisir dan Rencana Pesisir Nasional. Tujuannya adalah menyeimbangkan antara pembangunan, perlindungan lingkungan, dan penciptaan lapangan kerja melalui ekonomi maritim.

3. Penguatan Pusat Perdesaan: Perluasan program pusat pedesaan berkembang guna mengendalikan ekspansi perkotaan dan mendekatkan layanan publik ke masyarakat pedesaan.

Seruan Kolaborasi Nasional

Menutup pidatonya, Raja Mohammed VI mengajak seluruh elemen negara hingga pemerintah, parlemen, partai politik, media, dan masyarakat sipil untuk mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan politik atau sektoral.

“Tunaikan amanah yang telah diberikan kepada Anda. Jadilah pelayan bangsa yang berintegritas, berkomitmen, dan penuh pengabdian,” ujarnya.

Pidato ini menegaskan arah kebijakan strategis Maroko menuju pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here