Banyuwangi, restorasihukum.com – Dalam lima tahun kedepan Banyuwangi merupakan salah satu target penambahan 10 politeknik perikanan oleh Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman.
Mengenai program Kemenkes dan Kemendikbud untuk peningkatan gizi anak sekolah, Menko Kemaritiman mengemukakan kalau bisa makanan itu disedikan dari hasil olahan perikanan dan rumput laut sehingga bisa mengangkat kesejahteraan mereka yang bergerak di bidang itu.
Terkait hal tersebut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut gembira tawaran Menko Kemaritiman agar wilayahnya bisa menyiapkan sumber daya manusia kemaritiman berkompetensi internasional. “Kami siap untuk membangun politeknik kemaritiman di Banyuwangi,” katanya.
Sementara itu terkait penambahan politeknik tersebut, Menko Kemaritiman Dwisuryo Indroyono Soesilo saat kunjungan kerja ke Banyuwangi, Jumat, mengatakan, “Kalau mempunyai tanah 10 hektare kita bangun di Banyuwangi satu”.
Ia mengemukakan pihaknya terus menyiapkan tanaga-tenaga kemaritiman yang andal dan memiliki kompetensi yang diakui oleh dunia internasional.
Dwisuryo juga mengatakan bahwa saat ini, lulusan Sekolah Tinggi Perikanan (STP) di Jakarta memiliki kompetensi internasional karena bermitra dengan tujuh perguruan tinggi internasional di lima negara, antara lain empat di Amerika Serikat, masing-masing satu di Jerman, Korea Selatan dan Australia.”Ini betul-betul berkualitas internasional karena perkuliahan kita memang kelas dunia, melalui video conference dengan dosen-dosen di luar negeri,” katanya
Untuk tingkat SLTA sendiri , ia menyiapkan 10 sekolah menengah kejuruan (SMK) perikanan yang unggulan dengan spesifikasi jurusan, antara lain teknika perikanan, nautika perikanan, agribisnis perikanan, agribisnis rumput laut dan lainnya.(msh)












