BPBD Jatim Bersama Tim Relawan Padamkan KARHUTLA di Kawasan Tahura R. Soerjo Gunung Arjuno

0
3

Pasuruan, restorasihukum.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur bersama tim gabungan, para relawan bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) yang terjadi di kawasan Gunung Arjuno, tepatnya di perbatasan Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Malang, sejak Sabtu malam, (23/08/2026).

Kebakaran melanda area semak belukar dan hutan pinus seluas ±2,5 hektare. Titik api diduga muncul akibat pembuangan puntung rokok di tengah kondisi kemarau panjang dan angin kencang di lereng Gunung Arjuno.

Operasi Pemadaman 24 Jam Nonstop, Water Bombing dan Sekat Bakar Dikerahkan, 2,5 Ha Lahan Semak Berhasil Dilokalisir.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur menyatakan, tim gabungan langsung dikerahkan kurang dari 2 jam setelah laporan diterima Pusdalops.

“Kami kerahkan 120 personel gabungan dari TRC BPBD Jatim, BPBD Kabupaten Pasuruan, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kota Batu, TNI, Polri, Perhutani KPH Pasuruan & Malang, MPA, dan relawan serta masyarakat peduli api.
Untuk dukungan udara kami gunakan 2 helikopter water bombing dan 3 unit water supply,” jelasnya di Posko karhutla Arjuno.

Teknik yang digunakan: pemadaman langsung, pembuatan sekat bakar selebar 3 meter, dan pendinginan. Hingga pukul 14.00 WIB, 80% titik api di Blok Tretes sudah dapat dilokalisir. Proses pendinginan masih berlangsung di Blok Lawang.

Jalur Pendakian Ditutup, Tidak Ada Korban.

Untuk keselamatan, jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang via Tretes dan Lawang di dalam kawasan Tahura R. Soerjo ditutup sementara mulai 23 Agustus 2026 sampai batas waktu yang akan ditentukan.

“Tidak ada korban jiwa. Namun asap sempat mengganggu jarak pandang warga di Desa Sumber, Kec. Prigen. Kami sudah distribusikan 2.000 masker,” tambahnya.

BPBD Jatim juga mendirikan 3 Pos Pantau Karhutla di Pos Tretes, Pos Lawang, dan Pos Sumber Brantas untuk patroli 24 jam selama 7 hari ke depan.

Imbauan dan Langkah Pencegahan

BPBD Jatim mengimbau masyarakat dan pengunjung Tahura R. Soerjo untuk:
1. Tidak membuang puntung rokok sembarangan
2. Tidak membakar sampah dan membuka lahan dengan cara dibakar
3. Tidak menyalakan api unggun saat berkegiatan di hutan
4. Segera lapor ke 112 atau Pos Perhutani terdekat jika melihat asap/titik api

“95% Karhutla di Tahura dipicu faktor manusia. Mari jaga bersama Tahura R. Soerjo sebagai paru-paru dan sumber air bagi 5 kabupaten/kota di Jatim,” pungkasnya.

Sementara itu, tokoh pemuda Desa Tambaksari, kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan Jhon Dila yang merupakan masyarakat peduli api, yang ikut memadamkan di Tahura R.Soerjo gunung Arjuno mengatakan, karhutla di wilayah taman hutan raya (Tahura) gunung Arjuno adalah tugas kita semua untuk memadamkan. Karena jika tidak di segera di atasi atau padamkan akan mengancam sumber air masyarakat.

” Saat ini, titik kebakaran masih di barat lereng gunung Arjuno, untuk itu, kami masyarakat peduli api desa Tambasari akan siap untuk mengantisipasi agar kebakaran tidak merambat ke lereng timur gunung Arjuno yang akan mengancam sumber mata air kami,” ujarnya saat di temui awak media di pos tahura kaliandra, Prigen.

Lebih lanjut, Jhon mengatakan, kami masyarakat Tambaksari akan kompak naik keatas jika nanti kebakaran merambat ke lereng sebelah timur gunung Arjuno.

“Kami akan bersama naik ke atas jika sampai api merambat ke sisi timur lereng gunung Arjuno demi menyelamatkan sumber mata air dan kebun kopi yang selama ini jadi sumber mata pencaharian,” tandasnya. (Sy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here