Budayawan: Pemerintah Tak Perlu Minta Maaf Ke PKI

0
199

Jakarta, restorasihukum.com – Terkait pembunuhan massal pascapemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) tahun 1965, budayawan Tanah Air Taufiq Ismail berpendapat pemerintah tak perlu meminta maaf.

     Ini karena menurutnya pemberontakan yang dilakukan PKI pada 1927, 1948 dan 1965 menelan banyak korban jiwa, ribuan nyawa melayang akibat pemberontakan PKI di Tanah Air. Mereka menyembelih dan membantai para kiai dan masyarakat.

     “Dari keterangan beberapa sumber, menyebutkan komunis telah membunuh sekitar 120 juta jiwa tak berdosa di seluruh dunia,” paparnya.

     Ia mengungkapkan jika pemberontakan PKI yang dipimpin Muso pada 1948 juga telah membantai para kiai. Bahkan berbagai tempat ibadah, langgar maupun masjid dibakar.

     “Oleh sebab itu, sebaiknya pemerintah tidak perlu meminta maaf pada PKI,” kata Taufig dengan tegas.

     Sementara itu,  aktivis anti PKI, Alfian Tanjung mengatakan para generasi muda harus mampu membendung kebangkitan PKI. “Generasi muda Islam harus mampu membendung kebangkitan PKI,” kata Alfian.

     Sedangkan informasi yang didapat Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan pemerintah sedang menyiapkan formulasi permintaan maaf kepada para korban peristiwa 1965. (AB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here