Buka Munas PERSAJA 2026, Jaksa Agung Tegaskan Peran Jaksa sebagai Game Changer Penegakan Hukum

0
99

Jakarta, restorasihukum.com — Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA) Tahun 2026 yang digelar di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Rabu (15/4/2026).

Mengusung tema “PERSAJA sebagai Hiposentrum Penguatan Kejaksaan RI dalam Mengawal Kedaulatan dan Stabilitas Nasional”, forum ini menjadi momentum strategis bagi insan Adhyaksa untuk memperkuat integritas dan profesionalisme di tengah dinamika transformasi hukum nasional.

Dalam sambutannya, Jaksa Agung menegaskan bahwa Kejaksaan saat ini memegang peran penting sebagai game changer dalam mewujudkan supremasi hukum, sejalan dengan arah pembangunan dalam RPJPN 2025-2045.

Ia menjelaskan bahwa paradigma penegakan hukum telah bergeser dari pendekatan retributif menuju pendekatan yang lebih korektif, restoratif, dan rehabilitatif. Pergeseran ini, menurutnya, membuka ruang diskresi yang lebih luas bagi jaksa dalam menghadirkan keadilan substantif bagi masyarakat.

“Di era digital ini, jaksa modern tidak hanya dituntut menguasai kepastian hukum, tetapi juga harus mampu memanfaatkan teknologi dan data atau rule of algorithm guna menghadapi kejahatan lintas negara yang kian berkembang,” ujar Burhanuddin.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum PERSAJA yang juga menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Asep N. Mulyana, menegaskan komitmen organisasi dalam memperluas kolaborasi strategis guna meningkatkan kualitas penegakan hukum.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Persatuan Jaksa Indonesia dengan Ikatan Dokter Indonesia yang dipimpin oleh Slamet Budiarto.

Kerja sama ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari penyediaan keterangan ahli dan asesmen kesehatan dalam proses peradilan, pengembangan Pusat Kesehatan Yustisial untuk rehabilitasi narkotika, hingga pendampingan hukum dalam penyelesaian sengketa medis bagi anggota IDI.

Melalui Munas ini, PERSAJA diharapkan mampu menjadi pusat penggerak perubahan pola pikir serta memperkuat integritas seluruh jaksa di Indonesia. Jaksa Agung juga mengingatkan bahwa profesionalitas harus berjalan beriringan dengan adab dan etika guna menjaga kepercayaan publik.

“PERSAJA tidak hanya menjadi pelengkap kelembagaan, tetapi elemen kunci dalam arsitektur penguatan Kejaksaan untuk menjaga kedaulatan negara dan memastikan stabilitas nasional,” tegasnya.

Munas PERSAJA 2026 diikuti sekitar 13.031 peserta yang terdiri dari pengurus pusat dan daerah, baik secara langsung maupun virtual. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sesi Bincang Pagi yang menghadirkan akademisi seperti Widodo Putro dan Danrivanto Budhijanto, serta penanggap dari Heru Pramono.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here