Danantara Pastikan Groundbreaking Proyek Hilirisasi Terselesaikan

0
59

Jakarta, restorasihukum.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menegaskan komitmen untuk menyelesaikan proyek hilirisasi yang telah di-groundbreaking, setelah melalui kajian komprehensif. Pernyataan itu disampaikan Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, usai prosesi groundbreaking enam proyek hilirisasi fase I secara serentak dari Jakarta, pada Jumat (6/2/2026).

“Kami selalu memastikan bahwa jika memulai groundbreaking, proyek ini akan selesai. Tidak ingin hanya groundbreaking tapi kemudian mengalami masalah penyelesaian seperti sebelumnya,” ujar Rosan.

Ia menekankan, setiap proyek dievaluasi secara menyeluruh, termasuk pemilihan teknologi dan kesiapan pelaksanaan, sebelum fase groundbreaking dilakukan.

Rosan menambahkan, Danantara tidak semata-mata mengejar percepatan untuk melakukan groundbreaking berikutnya tanpa memastikan kelancaran proyek yang sedang berjalan. Pihaknya juga membuka peluang bagi investor lain untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek hilirisasi.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyampaikan proyek hilirisasi Dimethyl Ether (DME) tengah dilakukan kajian teknis yang mendetail sehingga belum dilakukan groundbreaking pada fase I.

Menurut Dony, pemilihan teknologi menjadi faktor penting untuk daya saing produk akhir. Ia menegaskan, Danantara tidak ingin menghasilkan gasifikasi dari batu bara dengan kualitas rendah yang sulit terserap pasar. Groundbreaking proyek DME direncanakan dalam satu hingga dua bulan ke depan di Bukit Asam.

Hari ini, Danantara memulai groundbreaking enam proyek hilirisasi fase I dari total 18 proyek yang sedang dicanangkan. Proyek tersebut antara lain:

  1. Hilirisasi bauksit di Mempawah, Kalimantan Barat, dan Kuala Tanjung, Sumatera Utara dengan total investasi 3 miliar dolar AS.
  2. Proyek Bioetanol Glenmore di Banyuwangi, Jawa Timur, dengan kapasitas produksi 30 ribu kilo liter per tahun.
  3. Proyek Biorefinery di Cilacap, Jawa Tengah, mampu memproduksi avtur hingga 6.000 barel per hari.
  4. Fasilitas Integrated Poultry di Malang, Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat, menambah produksi 1,5 juta ton daging ayam, 1 juta ton telur, serta menciptakan 1,46 juta lapangan kerja baru.
  5. Pabrik Garam dan MVR di Gresik, Manyar, dan Sampang, meningkatkan kapasitas produksi PT Garam sebesar 380 ribu ton per tahun sekaligus memperkuat swasembada garam nasional.

Dengan dimulainya fase I ini, Danantara menegaskan fokus pada penyelesaian proyek dengan kualitas tinggi, mendorong investasi, serta memperkuat industri hilir nasional.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here