Dibina Satpol PP Kediri , Anak Punk Tak Lagi Berpenampilan Urakan

0
169

Kediri, restorasihukum.com – Anak punk terkenal dengan penampilannya yang urakan seperti rambut mohawk, jarang mandi, badan penuh tato, telinga bolong dan hidup di jalanan. Karna penampilannya tersebut, menjadikan anak punk banyak dijauhi. Bahkan keluarganya sendiri banyak yang tidak menerima mereka.

Namun tidak dengan Satpol PP Kota Kediri. Petugas mempunyai cara tersendiri guna mengubah sikap dan perilaku anak punk, dengan cara memberikan pembinaan dan mengarahkan pada hal yang lebih positif.

Di bawah binaan Satpol PP Kota Kediri, para anak jalanan atau anak punk diberi lapangan pekerjaan untuk mengelola usaha waralaba yang diberi modal oleh pemodal. Misalnya menjual sosis bakar dan sosis telur, teh comela aneka rasa, serta jasa tur dan travel. Rata-rata para anak punk yang sudah jadi binaan dulunya sering terkena razia satpol PP.

Menurut Kepala Satpol PP Kota Kediri, Ali Muklis, acara opening waralaba binaan Satpol PP Kota Kediri ini bertujuan agar anak punk bisa berdaya dan berguna di masyarakat. “Karena dulu mereka hidup di jalanan, setelah mendapatkan pembinaan, akhirnya mereka diberdayakan dengan memberikan usaha waralaba makanan dan minuman kaki lima serta jasa tur dan travel,” ujarnya

Ali menambahkan, meskipun berjualan di jalan, anak punk harus menaati peraturan daerah yang mengatur masalah kegiatan para pedagang kaki lima di jalan.

Sementara itu, Ani Rahayu, salah satu anak punk yang telah mendapatkan binaan oleh satpol PP mengaku sangat bersyukur atas diberikannya lapangan pekerjaan usaha waralaba ini. Dia merasa lebih bisa mandiri dan positif dibandingkan hanya mengamen di jalan, minum-minuman keras dan dipandang sebelah mata oleh masyarakat tentang kelakuan anak punk atau anak jalanan.

“Dengan adanya usaha ini, kami bisa menunjukkan kepada masyarakat jika kami lebih kreatif dan bisa berubah lebih baik,” ungkapnya.

Ani berpesan kepada anak punk yang masih hidup di jalanan agar dapat berubah lebih baik dan kreatif seperti yang telah mendapat bimbingan keterampilan usaha waralaba. “Ke depannya kami harus lebih baik. Kami tunjukan tidak usah dengan ucapan. Ayo bergerak bagaimana menjadikan sebuah sampah menjadi sebuah permata,”ucapnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here