DPRA se Barsela Diminta Duduk Bersama Bicarakan Percepatan Pembangunan Geurutee

0
335

BANDA ACEH, restorasihukum.com – Jalan nasional di puncak Gunung Geurutee saat ini semakin mengkhawatirkan untuk dilintasi. Selain sempit juga riskan terjadinya longsor ketika musim penghujan. Bahkan tak jarang batu-batu kecil jatuh ke badan jalan saat hujan deras. Sabtu ( 2/10/2019)

Suprijal Yusuf SH  tokoh masyarakat dari partai barat selatan Aceh (Barsela) kepada wartawan , Sabtu (26/10/2019) menyampaikan kondisi itu harus ditanggani segera oleh pemerintah pusat dan mendorong kepala daerah dari Barsela duduk bersama membahas persoalan itu.

“Persoalan jalan lintasan Gunung Geurutee sudah saat ini sudah sangat membahayakan. Karena sering terjadi longsor ketika hujan. Kondisi ini tentu membuat para pengguna jalan yang melintasi jalan tersebut dalam intaian bahaya maut,” katanya.

Sebenarnya, pada 2015, Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah sudah berencana membangun terowongan Geurutee. Saat itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadi Moeljono meninjau langsung kondisi jalan nasional itu.

Bahkan Basuki menilai kondisi jalan tersebut semakin rawan. Tapi, hingga berakhir masa tugas Zaini Abdullah selaku Gubernur Aceh tidak tanpak gebrakan itu. Hasil tinjauan Basuki itupun tidak diketahui bagaimana progresnya.   

Semangat membangun terowongan Geurutee juga diteruskan oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Dalam pidatonya seusai melantik Bupati dan Wakil Bupati Aceh Jaya, HT Irfan TB – Tgk Yusri S di Gedung DPRK setempat, menyatakan akan melanjutkan megaproyek tersebut.

Ketika itu, Irwandi menyatakan akan meminta pemerintah pusat untuk mendanai pembangunan terowongan yang melintasi kawasan Gunung Paro, Gunung Kulu, hingga Gunung Geurutee. Lagi-lagi wacana itu tidak pernah terwujud hingga kini.

Karena itu, Suprijal SH  yang juga Wakil Ketua DPD I Golkar Aceh ini mendorong delapan Bupati/Wali Kota di wilayah Barsela untuk kompak kembali menyuarakan pembangunan terowongan itu. Jangan sampai setelah jatuh korban pemerintah baru bersikap.  

Jika terowongan itu terwujud, papar Suprijal SH, bukan Aceh Jaya saja yang diuntungkan, tapi juga kabupaten lain seperti Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Selatan, Aceh Singkil, Subulussalam, hingga Simeulue.

“Untuk itu kita minta kepada delapan bupati/wali kota dan ketua DPRK masing-masing kabupaten untuk segera duduk bersama membicarakan percepatan realisasi pembangunan terowongan Geurutee oleh Pemerintah Pusat,” ujar Suprijal.

Disamping itu, politikus Golkar ini juga mendorong anggota DPRA dari dapil 9 dan dapil 10 sebanyak 18 orang yang merupakan wakil rakyat Barsela untuk juga melakukan langkah yang sama dalam mendorong secara politis lewat jalur parlemen.

Karena tanpa dorongan secara bersama-bersama soal pembangunan terowongan Geurutee ini dikhawatirkan tak akan kunjung dibangun oleh pemerintah pusat. Kenapa pemerintah pusat, karena jalan tersebut merupakan jalan nasional,” pungkas dia.(ZM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here