Enam pelaku penyekapan Mengaku Anggota BNN Di Bekuk Polisi

0
351

Malang, restorasihukum.com – Satreskrim Polres Malang berhasil mengungkap Komplotan pelaku penyekapan yang mengaku sebagai anggota BNN.

     Enam pelaku berhasil diamankan dan satu orang tewas ditembak karena melakukan perlawanan. Polisi mendalami keterlibatan anggota polri aktif dalam aksi kejahatan itu.

     Seperti diketahui sebelumnya, komplotan pelaku penyekapan dan pemerasan mengaku sebagai anggota BNN dibongkar Polres Malang. Para pelaku menangkap, menyekap dan memerasa korban yang dituding sebagai pengguna maupun pengedar narkotika.

     Ke enam pelaku tersebut adalah Irsyad Maulana Rukhyat, tewas ditembus timah panas petugas karena melawan saat akan ditangkap, kedua adalah Evi Dianitami, Endro Setiyono alias Edo alias AKP Hendro, Novembra alias Vhe alias Ipda Bagus, Dicky Putra Widianto, Candra Tri Widagdo alias Menyun.

     Dan dari tangan para tersangka polisi menyita dua pucuk senjata Air Gun jenis revolver bersama belasan amunisi kaliber 38mm, satu tanda lencana BNN Kota Batu atas nama Yuda Prawira Utama, satu Id card BNN atas nama Novembra, dua unit Handytalky (HT), satu holster senjata, amplop BNI, satu buah borgol, dua unit mobil yang digunakan beraksi.

     Saat gelar perkara di malpolres Kepanjen, Kapolres Malang AKBP Aris Haryanto, mengatakan bahwa,  “Masih kita dalami, pihak-pihak yang disebut dan terlibat kita mintai keterangan”.

     Menurut AKBP Aris, dugaan terlibatnya anggota Polri aktif menyusul ditemukannya, Kartu Tanda Anggota (KTA) atas nama Yuda Prawira Utama yang diketahui sebagai anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu. “KTA-nya aktif sebagai anggota BNN, sudah kami mintai keterangan untuk didalami keterlibatannya,” ungkapnya.

     Dari pemeriksaan, KTA atas nama Yuda Prawira Utama dimiliki para pelaku dari Novembra alias Vhe alias Ipda Bagus juga otak dari pelaku penyekapan.

     Kepada petugas Vhe yang memang asal Kota Batu ini mengaku, dirinya memang kenal dekat dengan anggota BNN Kota Batu, sehingga dirinya bisa membawa KTA dan membuat id card BNN Kota Batu. “Saya kenal dan dibuatkan id card. KTA juga kami bawa,” ungkapnya.

     Kendati demikian saa ditanya keterlibatan Yuda Prawira dalam kejahatan ini, Vhe menutup rapat-rapat hal ini.

     Sementara saat ditanya lebih jauh, Aris mengatakan masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik.

     Pastinya, komplotan ini disinyalir sudah melakukan aksi bukan cuma sekali.  “Sementara diketahui sudah melakukan tiga kali dan semuanya mengaku sebagai anggota BNN,” pungkas Aris. (af)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here