Februari Nobar Eksklusif Film Legenda ‘Laowomaru Pusaka Terlarang’

0
275

Gunung SItoli, restorasihukum.com – Film legenda berjudul “Laowomaru Pusaka Terlarang” yang merupakan karya anak muda pecinta Videografi dan Sinematografi di Kota Gunungsitoli, siap segera dirilis.

Sutradara Film Laowomaru Pusaka Terlarang, Markus F. Harefa mengatakan film tersebut rencanya akan dirilis pada bulan Februari mendatang.

“Saat ini, film sudah 90% rampung, proses produksi telah selesai, kita sudah launching trailer / teaser pada Desember lalu dan hari ini (4/1/2019) kita rilis trailer kedua, dimana pemesanan juga sudah dapat dilakukan. Rencana akan adakan Nobar (nonton bareng) eksklusif di Bulan Februari 2019,” Ujarnya

Sementara itu, Ketua Komunitas Wow, Restanti Waruwu mengatakan, tujuan dibuatnya film tersebut selain mengembangkan talenta anak muda yang tergabung dalam komunitas WOW (Walk On Water), juga ingin mengekspos keindahan alam dan juga budaya Nias melalui video.

“Nias ini sangat indah dan memiliki destinasi wisata yang jarang dikunjungi. Melalui film ini, kita ingin mengangkat pariwisata Nias serta menunjukkan ke dunia bahwa anak Nias juga mampu bersaing dan berkarya di bidang sinematografi,” katanya

Dikisahkan, bahwa Laowomaru konon adalah seorang pemuda yang dulunya tinggal di sekitar Desa Fodo, Kota Gunungsitoli, lebih tepatnya di sebuah gua yang kini dinamai gua Laowomaru yang terletak di pinggiran pantai / jalan raya Desa Fodo Kecamatan Gunungsitoli Selatan Kota Gunungsitoli, Provinsi Sumatera Utara.

Laowomaru memiliki kekuatan luar biasa yang berasal dari 9 rambut kawat yang tumbuh di kepalanya. Kekuatan dari rambut itu memberikan Laowomaru kekebalan dari senjata tajam sekaligus memberinya kekuatan yang luar biasa.

Kekuatan itu membuat semua orang menakutinya. Kapal-kapal yang saat itu sering berlayar melintasi perairan di depan guanya pun semuanya dibajak dan muatannya dirampas oleh Laowomaru.

Beberapa kelompok atau kerajaan kecil pada masa itu pun mencoba memerangi Laowomaru. Namun semuanya berakhir dengan kegagalan.

Tidak cukup sampai disitu, Laowomaru dengan kekuatannya yang luar biasa bahkan sempat mulai mencoba “menarik” pulau Nias dan mendekatkannya ke Pulau Sumatera, agar tidak ada lagi lautan yang memisahkannya.

Menurut mitos tersebut, daratan yang sempat ditarik oleh Laowomaru itu masih terlihat hingga kini dan disebut Ture Fodo dan Ture Lambaru (daerah Lasela).
Namun sayangnya, Laowomaru tetap memiliki kelemahan, yakni istrinya, Sihoi.

Sihoi diculik dan disiksa untuk memberitahukan kelemahan Laowomaru. Sihoi pun akhirnya memberitahu bahwa Laowomaru akan melemah jika kesembilan rambut kawat yang ada di kepalanya dicabut. Hasilnya, rambut kawat tersebut berhasil dicabut oleh para musuh Laowomaru dan Laowomaru pun tamat riwayatnya.

Masih kata Restanti Waruwu, Mitos Laowomaru ini memiliki banyak versi dan WOW mengadaptasi kisah Laowomaru yang diceritakan secara turun temurun dari generasi ke generasi ini dalam sebuah film fiksi tersebut.

“Film Laowomaru Pusaka Terlarang, kita adaptasi dari Legenda Laowomaru. Tidak menceritakan legendanya. Namun kita membuat sebuah cerita yang menyadur kekuatan Laowomaru tersebut,” tuturnya

Para anggota di komunitas WOW berharap project Film Laowomaru mampu memberikan dampak positif bagi perfilman Nias dan juga membangkitkan semangat teman-teman khususnya milenial yang lain untuk berkarya dan mengembangkan skill dan kemampuan. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here