HUT ke-75 PERSAJA, Jaksa Agung Tegaskan Organisasi Jaksa Jadi Pilar Penguatan Kejaksaan dan Stabilitas Nasional

0
19

Jakarta, restorasihukum.com – Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA) yang digelar di Lapangan Upacara Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Dalam amanatnya, Jaksa Agung menegaskan pentingnya peran strategis PERSAJA sebagai motor penggerak profesionalisme dan penjaga integritas insan Adhyaksa di tengah transformasi hukum nasional.

Mengusung tema “PERSAJA sebagai Hiposentrum Penguatan Kejaksaan Republik Indonesia dalam Mengawal Kedaulatan dan Stabilitas Nasional”, peringatan HUT ke-75 ini disebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran organisasi profesi jaksa sebagai landasan moral, intelektual, dan profesional bagi seluruh anggota Korps Adhyaksa.

“Usia 75 tahun bukan sekadar angka, tetapi cerminan perjalanan panjang dedikasi PERSAJA dalam memperkuat Kejaksaan sebagai garda terdepan penegakan hukum di Indonesia,” ujar Jaksa Agung.

Jaksa Agung RI ST Burhanuddin saat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA), Rabu (6/5/2026).

Ia menekankan bahwa kedaulatan negara dan stabilitas nasional hanya dapat diwujudkan apabila lembaga penegak hukum beserta organisasi profesinya memiliki integritas yang kuat serta mampu menjaga ketertiban masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Jaksa Agung juga menyoroti momentum strategis tahun 2026 seiring mulai diterapkannya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru. Menurutnya, perubahan regulasi tersebut menuntut transformasi paradigma penegakan hukum di lingkungan Kejaksaan.

“Transformasi sistem hukum pidana nasional ini menuntut perubahan paradigma bagi para jaksa, dari yang semula bersifat prosedural dan normatif menuju pendekatan yang lebih humanis, restoratif, dan berorientasi pada keadilan substantif,” tegasnya.

Jaksa Agung meminta PERSAJA berperan aktif sebagai organisasi yang adaptif terhadap perubahan dan memiliki sensitivitas terhadap berbagai dinamika sosial maupun krisis yang berkembang di masyarakat. Dengan demikian, penegakan hukum yang dilakukan dapat memberikan manfaat nyata dan rasa keadilan bagi publik.

Selain itu, ia mengingatkan seluruh jaksa untuk terus meningkatkan pemahaman substansi hukum secara kritis serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Tri Krama Adhyaksa dalam setiap pengambilan keputusan.

Pada kesempatan yang sama, Jaksa Agung turut mengapresiasi capaian Kejaksaan RI yang saat ini menjadi salah satu lembaga penegak hukum dengan tingkat kepercayaan publik tertinggi. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari peran PERSAJA dalam membangun budaya organisasi yang menjunjung etika, integritas, dan profesionalisme.

Melalui semangat Diamond Anniversary, Jaksa Agung mengajak seluruh insan Adhyaksa untuk terus mempererat jiwa korsa, soliditas, dan solidaritas lintas generasi demi mewujudkan Kejaksaan yang modern dan berwibawa.

“Dengan penguatan literasi melalui program seperti PERSAJA Literacy Space dan pengkajian isu strategis global, PERSAJA diharapkan terus memberikan energi positif dalam membangun Kejaksaan yang modern, berwibawa, dan senantiasa dipercaya oleh bangsa dan negara,” pungkasnya.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here