Pasuruan, restorasihukum.com – Untuk mengisi kekosongan perangkat, Pemerintah Desa Manaruwi, kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan bersama panitia penjaringan dan penyaringan perangkat desa melaksanakan ujian calon perangkat desa untuk kursi jabatan Kaur Pemerintahan dan kepala Dusun Kradenan, Selasa (24/12/24) pukul 08.00 wib.
Kegiatan ujian calon perangkat desa Manaruwi dilaksanakan di ITB Yadika Bangil Pasuruan dengan dihadiri oleh muspika kecamatan Bangil, kepala desa Manaruwi Mutholib , ketua panitia penjaringan dan penyaringan perangkat desa bpk Sumali beserta anggota, Babinsa, babinkantibmas serta para peserta ujian.

Kepala desa Manaruwi Mutholib , mengatakan jika hari ini pemerintah desa Manaruwi bersama Panitia penjaringan dan penyaringan perangkat desa melaksanakan ujian calon perangkat untuk mengisi kekosongan jabatan kaur pemerintahan dan Kasun Kradenan.
“Kali ini, ada dua belas peserta yang mengikuti ujian calon perangkat desa, untuk kaur Pemerintahan ada Sepuluh peserta sedangkan Kasun ada Dua peserta. Nantinya, akan di ambil satu calon dengan nilai tertinggi, baik kaur atau kasus,” tuturnya.
Mutholib menjelaskan, terkait tempat pelaksanaan ujian calon perangkat, tidak di gelar di pendopo desa Manaruwi karena permintaan pihak ketiga dalam hal ini kampus Yadika bangil.
“Ujian tidak dilaksanakan di pendopo desa seperti desa desa lainnya. Kami sudah bekerja sama dengan pihak ketiga dari ITB Yadika Bangil Pasuruan. Ini dilakukan karena untuk menjaga netralitas dan indikasi adanya titipan serta permintaan dari pihak kampus dengan alasan menjaga nama baik institusi,” ucapnya.
Mutholib menambahkan, nanti setelah para peserta selesai melaksanakan ujian, pihak kampus akan memberikan nilai tertinggi sampai terendah. Dengan cara memberikan amplop yang berisi lembaran nilai, mulai nilai tertinggi sampai terendah. Jadi mereka akan tahu siapa yang mendapat nilai tertinggi baik kaur pemerintahan maupun Kasun.
“Siapapun nanti yang mendapatkan nilai tertinggi, baik kaur maupun Kasun saya harap tidak jumawa, sebaliknya, peserta kalah agar menerima kekalahannya dan tidak patah semangat, masih ada kesempatan di lain waktu, untuk mengabdi ke desa,” tambahnya.
Semetara itu, ketua panitia penjaringan dan penyaringan perangkat Desa Manaruwi Sumali mengatakan, Sebenarnya ujian calon perangkat ini digelar di pendopo desa, akan tetapi pihak ketiga meminta agar ujian di laksanakan di kampus.
“Demi menjaga nama baik kampus, ujian calon perangkat desa Manaruwi akhirnya di laksanakan di kampus, sesuai permintaan pihak kampus,” terangnya.
Sumali menambahkan, para peserta hari ini akan melaksanakan serangkaian ujian, mulai dari tes tulis komputer, wawancara dan baca Alquran.
“Peserta calon perangkat hari ini telah melaksanakan serangkaian ujian, mulai dari tes tulis, komputer, wawancara serta baca Alquran. Setelah itu, pihak kampus akan memberi nilai kepada para peserta dan setalah itu ditetapkan siapa yang mendapatkan nilai tertinggi merekalah yang akan menduduki kursi jabatan yang di butuhkan oleh pemerintah desa Manaruwi,” jelasnya.
Menurutnya, antusias warga desa Manaruwi mendaftarkan calon perangkat sangat luar biasa, itu terbukti dengan banyaknya peserta yang mendaftar.
“Peserta yang mengikuti ujian calon perangkat desa hari ini, mayoritas warga desa Manaruwi. Tapi untuk kaur Pemerintahan ada dua peserta yang dari luar desa Manaruwi yaitu dari kelurahan Dermo sama Kelurahan Kolursari,” pungkasnya.
Setelah melaksanakan semua tahapan ujian, akhirnya pihak kampus Yadika Bangil memberikan nilai hasil ujian para peserta. Nilai tertinggi untuk kaur Pemerintahan di raih oleh Mokhammad munfaridz,
sementara untuk Kasun nilai tertinggi di raih oleh Mukhammad Samsul Arif.
Dengan demikian, kedua perangkat tersebut nantinya setelah di lantik akan menjadi bagian dari pemerintah desa Manaruwi dan menjalankan tugas sesuai tupoksinya, membantu kerja kepala desa dalam menjalankan program-programnya dalam membangun desa. (Sy)











