Jatim Tolak Impor Daging, Khofifah: Jangan Turunkan di Jawa Timur, Kami Sudah Surplus

0
65

Jember, restorasihukum.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan penolakan terhadap rencana penurunan impor daging di wilayahnya, meski Indonesia masih mengimpor 58 persen kebutuhan daging nasional. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan kerja Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan Bersama Ibu Gubernur Tahun 2025 di City Forest, Jember, (24/11/2025).

Khofifah menegaskan, meskipun pemerintah merencanakan impor 200.000 ekor sapi betina bunting dan masih mengimpor 78 persen kebutuhan susu nasional, Jawa Timur memiliki posisi khusus dengan populasi sapi potong tertinggi, mencapai 3,11 juta ekor.

“Saya langsung minta tolong dicoret itu. Kalaupun pemerintah impor, jangan ada impor daging yang diturunkan di Jawa Timur karena kita sudah surplus daging. Nanti akan mengganggu produktivitas para peternak sapi potong kita,” tegas Khofifah.

Kegiatan di Jember melibatkan berbagai lintas institusi, profesi, dan perguruan tinggi untuk inseminasi buatan, pemeriksaan kebuntingan, dan vaksinasi ternak.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyambut baik arahan Gubernur dan menyatakan kesiapan mendukung program ketahanan pangan. Ia bahkan merencanakan program desa tematik untuk sapi, kambing, dan domba pada 2026, mendukung peternak lokal dan target Indonesia Emas di bidang pertanian dan pangan.

Langkah tegas Gubernur Khofifah dinilai sebagai upaya melindungi peternak lokal dari dampak negatif impor yang berpotensi menurunkan harga ternak domestik, sekaligus memaksimalkan potensi Jawa Timur sebagai penyumbang utama populasi sapi nasional.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here