Kapolres Bojonegoro Aajak Dai dan Pendeta Jaga Kerukunan

0
63

Bojonegoro, restoorasihukum.com – Kapolres Bojonegoro Polda Jawa Timur, AKBP Afrian Satya Permadi, menegaskan bahwa keberadaan Dai dan Pendeta Kamtibmas menjadi salah satu pondasi penting dalam menjaga kerukunan serta keharmonisan di tengah masyarakat.

Menurutnya, kondisi wilayah yang aman dan kondusif tidak terlepas dari peran para tokoh agama yang secara konsisten menyampaikan pesan-pesan damai kepada umat.

“Kondisi wilayah yang aman dan kondusif tidak terlepas dari peran para tokoh agama yang terus menyampaikan pesan damai kepada umat,” ujar AKBP Afrian di Bojonegoro, Sabtu (7/3/2026).

Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa memanjatkan doa agar situasi keamanan, baik di tingkat nasional maupun internasional, tetap terjaga dan kondusif. Ia berharap Indonesia, khususnya Jawa Timur dan Kabupaten Bojonegoro, selalu berada dalam suasana aman, damai, dan penuh toleransi.

AKBP Afrian menambahkan, hingga hari ke-16 Ramadan, masyarakat Bojonegoro dinilai mampu menjaga sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan dalam menjalankan ibadah puasa.

“Kondisi ini juga tidak lepas dari peran para Dai dan Pendeta Kamtibmas yang secara aktif memberikan pesan-pesan menyejukkan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sebelumnya, Polres Bojonegoro Polda Jatim menggelar kegiatan silaturahmi Ramadan bersama para Dai dan Pendeta Kamtibmas di Gedung AP I Rawi Mapolres Bojonegoro pada Kamis (5/3/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperkuat sinergitas sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Mengusung tema “Bersama Membangun Negeri, Polri Untuk Masyarakat”, kegiatan itu dihadiri Wakapolres Bojonegoro, para pejabat utama (PJU) Polres Bojonegoro, Ketua Dai Kamtibmas KH. Alamul Huda Masyhur, serta para dai dan pendeta Kamtibmas.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga memohon doa dan dukungan para tokoh agama menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang dijadwalkan dimulai pada 13 Maret mendatang.

Operasi tersebut bertujuan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri agar berjalan aman, tertib, dan lancar.

Sementara itu, Ketua Dai Kamtibmas Bojonegoro KH. Alamul Huda Masyhur dalam tausiyah singkatnya menekankan bahwa terciptanya keamanan dan keadilan di suatu wilayah memerlukan sinergi antara ulama dan umara.

Menurutnya, pemerintah dan tokoh agama harus berjalan seiring dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia juga mengibaratkan persatuan seperti filosofi sapu lidi. Jika diikat menjadi satu, sapu lidi akan kuat dan mampu membersihkan halaman. Namun jika berdiri sendiri, sapu lidi tidak memiliki kekuatan.

KH. Alamul Huda Masyhur pun mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, ulama, maupun tokoh agama lainnya, untuk terus bersatu demi mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here