Medan, restorasihukum.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) menghasilkan program dan proyek konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di tiga negara.
Hal itu disampaikan Tito saat memberikan sambutan pada Gala Dinner Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 di Hotel JW Marriott, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (9/9/2026).
Tito menilai IMT-GT tidak boleh berhenti sebagai forum dialog antarpemerintah. Berbagai gagasan yang dibahas perlu diterjemahkan menjadi kerja sama nyata, terukur, dan berkelanjutan.
“Pertanyaannya adalah bagaimana kita mewujudkannya? Bagaimana kita mengubah visi menjadi kenyataan? Inilah persoalan yang sebenarnya,” tegasnya.
Menurut Tito, pemerintah pusat dan daerah dapat mengambil peran lebih besar dalam mendorong kolaborasi di kawasan. Salah satunya melalui kerja sama antardaerah dengan konsep kota kembar atau provinsi kembar bersama wilayah di Malaysia dan Thailand.
Tito juga menyoroti besarnya potensi ekonomi antara Malaysia, Thailand, dan Pulau Sumatera. Jumlah penduduk, sumber daya alam, tenaga kerja produktif, serta komoditas unggulan menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing kawasan.
Salah satu komoditas yang dinilai potensial adalah karet. Malaysia dan Thailand memiliki sejarah panjang sebagai negara penghasil karet, sementara Sumatera juga memiliki tradisi produksi komoditas tersebut.
Tito mendorong pengembangan komoditas karet tidak hanya dalam bentuk bahan mentah, tetapi diarahkan menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Selain karet, Sumatera memiliki berbagai potensi sumber daya alam, seperti minyak dan gas bumi, emas, serta sektor pertanian dan perkebunan. Pulau tersebut juga memiliki sekitar 63 juta penduduk yang didominasi usia produktif.
Menurut Tito, potensi ekonomi dan demografi tersebut semakin strategis karena posisi geografis Sumatera yang berdekatan dengan Malaysia dan Thailand. Kondisi ini dapat menjadi fondasi untuk memperkuat perdagangan, investasi, konektivitas, pariwisata, serta kerja sama ekonomi lainnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menerjemahkan kerja sama regional IMT-GT menjadi program yang konkret dan dekat dengan masyarakat.
Para gubernur, wakil gubernur, serta pemimpin daerah dari ketiga negara didorong memanfaatkan forum IMT-GT untuk membangun komunikasi dan kolaborasi secara berkelanjutan.
“Jadi, ini bisa menjadi wadah yang baik bagi Anda untuk saling mengenal, meskipun mungkin hanya untuk satu atau dua hari. Setidaknya, Anda mendapatkan teman baru,” ujarnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah bin Mohd Nasir, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, Vice Minister for the Office of the Prime Minister Thailand Thanadit Raktabutr, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.(Red)











