Nelayan di Pacitan Bersitegang dengan Petugas SPBU

0
217

Pacitan restorasihukum.com—Jelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diumumkan pemerintah, antrean para pembeli BBM di SPBU Jl Gatot Subroto, Pacitan sempat diwarnai ketegangan.

            Ketegangan ini muncul saat dua nelayan ikut antre di samping pompa premium dengan membawa tangki mesin perahu. Mereka berharap mendapat BBM untuk stok melaut. ”Kalau enggak bisa diisi dua-duanya, ya salah satu saja pak,” rayu lelaki tersebut kepada petugas SPBU.

            Permintaan itu pun tak dikabulkan petugas SPBU. Sebab dikhawatirkan memicu protes konsumen lain. Adu mulut pun sempat terjadi di antara mereka. Apalagi si nelayan berdalih harus berangkat melaut pagi pagi sekali.

            Ketegangan itu didengar aparat kepolisian yang sedang berjaga. Personel yang mengenakan seragam lengkap itu segera menghampiri kedua nelayan yang datang mengendarai mobil pikap dan segera memberi penjelasan kalau (pembelian dengan jerigen) dilayani, nanti bisa memicu kecemburuan.

           Setelah mendapat penjelasan dua pria setengah baya balik kanan dan menaruh jeriken berwarna oranye ke atas bak kendaraan. Selanjutnya mereka mengisi penuh tangki mobil pikap dengan premium dan berlalu meninggalkan SPBU.

           Perlu diketahui, Pemerintah resmi menaikkan harga BBM, untuk premium dari yang semula 6.500/liter menjadi 8.500, sedangkan harga solar dari yang semula 5.500/liter menjadi 7.500.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here