Masih menurut ketua panitia, kalau anggaran dalam rangka OSN di ambil dari dana sering antara BOS dan APBD, sehingga siswa tidak di pungut beaya. Adapun bagi mereka yang lolos sampai tingkat Provinsi hingga Nasional akan mendapat Beasiswa Pendidikan bisa sampai S2, pungkas Puji Hariwati.
Komentar siswa sendiri terkait OSN tahun ini, menurut peserta dari SMA Negeri Lawang di Bidang Matematika, Gandhi S.B, ’’saya sangat optimis kalau kegiatan hari ini bisa dengan jumlah materi soal 20, walaupun banyak soal yang sudah masuk materi Perguruan Tinggi dan belum di ajarkan di sekolah‘’.
Sedangkan dari perwakilan bidang Astronomi SMA Negeri Lawang, Yunita Dwi, Melani Vina, juga Hasanah, ‘’kami berharap bisa ikut lagi tahun depan, karena dari OSN mempunyai teman baru, tambah ilmu, melatih sejauh mana konsep pelajaran Astronomi di kuasai. Karena jujur saja, mata pelajaran ini di SMA masih belum sepenuhnya di ajarkan dan memang ini pelajaran di PT jadi kami tertantang mempelajarinya, di bantu guru pembimbing Bu Siti Robiah, juga dengan sering-sering membaca literatur Astronomi di perpustakaan sekolah sesusai jam pelajaran dengan intensitas 1 jam setiap hari dalam seminggu 3 kali, kami merasa siap dalam Olimpiade sekarang‘’.
Menurut guru pembimbing pelajaran Astronomi, Siti Robiah ‘’saya merasa senang dengan di ikutkannya pelajaran ini dalam OSN, yang menjadi kendala Astronomi tidak ada di SMA dan memang harus ekstra dalam memberikan materinya. Untuk waktu yang di perlukan membimbing anak-anak agar bisa menyerap dan menguasai pelajaran Astronomi, di butuhkan waktu sekitar 7-8 bulan mulai siswa masuk, saya melakukan penyaringan beberapa kali dari 27 hingga mengerucut menjadi 3 siswi, terus menjelang Olimpiade kurang seminggu, anak-anak saya tingkatkan intensitas belajarnya di perpustakaan yang sebelumnya dari 1 hari sekali hingga 1 minggu dengan harapan siap dengan materi OSN’’.(rk)








