Surabaya, restorasihukum.com – Wali Kota Tri Rismaharini membuka langsung peresmian museum di eks Gedung Siola. Kini warga Kota Pahlawan ini bisa menikmati Kota Surabaya beserta sejarahnya.
Di ketahui museum Surabaya mempunyai koleksi tentang dinamika sejarah Kota Surabaya termasuk arsip tempo dulu yang dimiliki pemkot.
Bukan hanya arsip, banyak properti yang menjadi saksi sejarah perjalanan Kota Surabaya yang telah dikumpulkan akan dipajang di dalam museum di bekas gedung perkulakan terkenal di dunia itu.
Seperti lembaran pecahan uang kertas rupiah yang ditemukan di dalam brankas kuno raksasa, helm pasukan pemadam kebakaran dari logam hingga ketel uap yang dibuat pada abad 18. Dan juga buku arsip daftar orang-orang yang dimakamkan di pemakaman Belanda di Peneleh dan Ngagel.
Menurut informasi Pemkot juga akan melengkapi museum itu dengan unit mobil pemadam kebakaran yang pernah dipakai untuk pemadaman api yang membakar Siola pada tahun 1982.
Selain itu becak juga dipajang di dalam museum. Ada dua becak yang dipajang yakni satu becak siang yang berwarna putih dan satunya malam yang berwarna biru. Zaman dahulu becak di Surabaya dibagi siang dan malam berdasarkan warna.
Alat-alat kuno milik Dinas Pekerjaan Umum pun yang dimiliki turut dipajang. Misalnya peta Surabaya raksasa, lampu traffic light lama, rambu jalan masa lalu hingga papan penunjuk jalan yang masih terbuat dari kayu.
Bukan hanya dalam gedung saja yang d perhatikan, luar gedung siolapun di tata apik seperti di adanya taman dan air mancur pun sehingga terkesan suasana yang asri dan sejuk.
Sementara, dalam sambutannya Risma mengatakan, “Sebenarnya sudah lama saya memimpikan Surabaya punya museum sejarah tentang kota ini. Tapi niat itu terhalang oleh besarnya investasi yang harus dikeluarkan. Risma mengatakan jika harus membeli gedung, maka dia harus mengeluarkan setidaknya uang sebesar Rp 40 miliar. Saya berpikir, lebih baik uang sebanyak itu digunakan untuk membangun jalan”.
Untuk itulah keinginan Risma yang terpendam untuk sementara tak terwujud. Awal 2015 kontrak gedung Siola habis.
Kebetulan ada salah satu pegawai yang mengetahui keinginan Risma nyeletuk jika museum itu lebih baik mengambil tempat di eks Gedung Siola saja. “Saya lupa namanya, tiba-tiba dia nyeletuk seperti itu. Bagus juga idenya,” Ujar Risma.
Hingga kini jadilah lantai dasar gedung peninggalan Belanda itu disulap menjadi museum. Persiapan dilakukan dan dikebut.
Museum Surabaya diresmikan dengan pemotongan bunga melati oleh Risma. Museum tersebut diresmikan juga sebagai kado ulang tahun Kota Surabaya ke-722. “Dengan adanya museum ini, semoga anak-anak, generasi muda kita bisa belajar tentang sejarah, khususnya sejarah Kota Surabaya,” pungkas Risma. (ep)










