Pasuruan, restorasihukum.com – Pemerintah desa Tanjungarum, kecamatan Sukorejo, kabupaten Pasuruan, Saat ini tengah mengerjakan program pembangunan desa, setelah dana desa (DD) dari pemerintah turun bulan kemarin sebesar 717 juta.
Tahun 2018 ini, anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) desa Tanjungarum sebesar 1,7 M meningkat dari tahun sebelumnya.
Kepala desa Tanjungarum “Abdul Karim” menyampaikan pembangunan tahap pertama desa Tanjungarum tahun ini baru dimulai. Soalnya, dana baru turun menjelang lebaran kemarin.
“Pembangunan tahap pertama tengah dikerjakan saat ini, yakni TPT/ Plengsengan dan pavingisasi, semua tengah dikerjakan dan belum ada yang selesai, soalnya dana tahun ini baru turun menjelang lebaran kemarin. Selain itu, ada kendala lain yaitu mencari para pekerjanya, baik tukang maupun kuli, disebabkan tahun ini warganya panen raya. Maka dari itu, proyek pembangunan desa baru tengah dikerjakan, tidak seperti desa lain yang mungkin tahap pertama sudah selesai,” terangnya pada media ini, Jum’at (13/07/18).
Untuk lebih jelas masalah pembangunan, lanjut Karim tanyakan langsung saja sama bendahara saya pak Pur. “Kalau berapa besar volume dan berapa anggaran setiap pembangunan, saya kurang tahu. Lansung tanya ke pak Pur saja, selaku bendahara saya,” tandasnya.
Ditempat terpisah, bendahara desa Tanjungarum Purwanto, mengatakan tahun ini sekitar ada 14 titik pembangunan seperti pavingisasi 10 titik, TPT /plengsengan 3 titik, jembatan 1 titik.
“Untuk anggaran tahap pertama tahun ini cukup buat pembangunan paving dusun Tanjungsari 3 titik, dengan volume 184 m, anggaran 27 juta serta plengsengan desa Panjangrum dengan volume 266 x 0,4 x 1,1m2, anggaran 106 juta,” terangnya.
Untuk 10 titik lainnya, lanjut Purwanto akan dikerjakan pada berikutnya, yakni tahap kedua dan ketiga. “Selain itu juga, silpa tahun kemarin dibuat untuk pengadaan mobil ambulance dengan anggaran 250 juta, pembuatan kanopi dan pembangunan pavingisasi dua titik,” jelasnya.
Ia menambahkan, Untuk upah para pekerja didesa Tanjungarum ini cukup tinggi di banding desa lain yakni, untuk tukang 110, sedang kuli 90. Semua pembangunan dikerjakan secara swakelola. Hanya untuk pemasangan paving saja yang tukangnya dari luar wilayah.
“Jika paving di kerjakan warga sendiri hasilnya tidak bagus, makanya cari tukang ahli pemasangan paving biar hasilnya bagus,” pungkasnya.(sy)












