Pasuruan, restorasihukum.com – Dalam rangka memperingati 10 Muharam 1446 Hijriah, Warga Dusun Rajeg, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur menggelar acara santunan anak yatim dan duafa, Kamis (15/07/24) pukul 19.30 Wib, bertempat di depan rumah bapak Kasun.
Acara malam 10 Muharam 1446 H tersebut dihadiri oleh Kepala wilayah Dusun Rajeg Kartoyo, RT/RW, toko agama, toko masyarakat, anak yatim piatu dan duafa serta para undangan. Acara di iringi oleh sholawat Al banjari samrotulwathon.
Ada sekitar 13 Anak yatim piatu dan 25 Duafa di undang dalam acara malam 10 Muharam 1446 H tahun 2024 kali ini.
Sebelum acara santunan dimulai, acara di awali dengan sholawat bil maqom dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan do’a.
Dalam sambutannya kepala wilayah Dusun Rajeg, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan Bapak Kartoyo menyampaikan, ucapan terima kasih kepada para panitia yang telah mensukseskan acara tahunan ini.
“Terima kasih kepada warga Dusun Rajeg atas partisipasinya dengan menyumbangkan sebagian rezekinya untuk para anak yatim piatu dan dhuafa. Tak lupa pula saya ucapkan terimakasih kepada para panitia yang telah mensukseskan malam santunan ini,” ucapnya.

Acara prosesi santunan anak yatim akhirnya di mulai. Satu persatu anak yatim piatu dipanggil ke depan untuk di beri santunan berupa uang serta sembako. Terlihat raut wajah riang gembira di pancarkan anak-anak yatim piatu saat menerima santunan. Acara dilanjutkan santunan kepada para Dhuafa. Satu-persatu para dhuafa maju untuk menerima santunan berupa uang dan juga sembako.
Dengan berakhirnya prosesi santunan, berakhir pula acara malam santunan anak yatim-piatu dan duafa dalam rangka memperingati malam 10 Muharam 1446 Hijriah Dusun Rajeg, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Acara santunan yang rutin digelar ini, dari awal sampai akhir berjalan dengan lancar.
Santunan anak yatim-piatu merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap sesama manusia. Santunan anak yatim membantu menumbuhkan nilai-nilai sosial dalam masyarakat.
Menyantuni anak yatim-piatu dapat membuka pintu rezeki bagi seseorang. Dalam sebuah hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang memberi makan anak yatim, maka baginya seperti dia memberi makan aku dan orang yang memberi minum kepada mereka, maka baginya seperti dia memberi minum aku.”. (Sy)













