Surabaya, restorasihukum.com – Asik nikmatnya hisap ganja, dua wanita yakni Sulastri (21) dan Latifah (26) di bekuk aAnggota Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Suarabaya. Keduanya di tangkap saat pesta ganja di rumahnya, Jalan Bratang Gede III.
Menurut informasi dua wanita tersebut diduga pasangan lesbi. Hal ini di perkuat dengan pengakuan Sulastri ia mengaku, memang tidak suka sama pria. “Saya memang cewek, tapi nggak tertarik sama cowok, ngisep ganja itu baru karena saya susah tidur. Kalau sudah ngisep ganja baru bisa tidur,” kata gadis berpotongan pendek itu.
Kepada penyidik Sulastri dan Latifah mengaku saling mengenal sudah lima tahun. Latifah karyawan loundry di salah satu perusahaan di Surabaya dan berstatus pisah ranjang sama suaminya. Dia memilih tinggal satu rumah dengan Sulastri yang bekerja sebagai tukang dempul di bengkel mobil.
Kedua wanita itu juga mengaku jika ganja itu di peroleh dari temannya bernama Franto Andiyansyah (30), warga Dinoyo Tangsi Gg II/4, Surabaya, pembelian daun ganja itu sendiri, Latifah juga diakui kalau tiap membeli langsung 10 paket ganja dari Franto, melalui perantara mantan suaminya. Sayang, dia enggan menyebut nama mantan suaminya.
Terkait penangkapan kedua wanita tersebut, Kasat Reskoba Polres Tanjung Perak, AKP Kharisudin,mengatakan bahwa, penangkapan itu dilakukan setelah ada laporan jika kedua wanita tersebut kerap menggelar pesta ganja.
“Kita menangkap usai adanya laporan. Ketika dilakukan penangkapan di rumahnya yang mereka tempati, ternyata selain ditemukan dua plastik berisi daun ganja, petugas juga menemukan dua alat hisap dan satu pipet kaca yang masih terdapat sisa sabu,” paparnya. (dts)






