Mojokerto, restorasihukum.com – Kepolisian Daerah Jawa Timur resmi membuka Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Polri Gelombang I Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim, Mojokerto. Sebanyak 971 peserta didik mengikuti pendidikan pada Selasa (06/01/2026).
Para peserta berasal dari berbagai satuan wilayah, yakni Polda Jawa Timur, Polda Jawa Tengah, Polda Bali, Polda DIY, Polda NTB, Polda NTT, serta seluruh Polda di wilayah Kalimantan yang melaksanakan pendidikan di SPN Polda Jatim.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., saat memimpin upacara pembukaan menegaskan bahwa pendidikan Bintara Polri merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter, moral, dan integritas anggota Polri, khususnya di tengah tantangan era digital.
“Pendidikan ini tidak hanya membentuk kemampuan teknis, tetapi juga karakter dan integritas. Kesalahan prosedur atau perilaku arogan sekecil apa pun dapat berdampak luas dan meruntuhkan kepercayaan publik,” ujar Irjen Pol Nanang.
Kapolda Jatim mengingatkan para siswa untuk menjadikan masa pendidikan sebagai kawah candradimuka dalam melatih disiplin, pengendalian diri, serta etika, termasuk etika dalam bermedia sosial.
“Seragam Polri adalah simbol kehadiran negara. Jaga marwah itu, baik di lapangan maupun di ruang digital,” tegasnya.
Selain profesionalisme, Kapolda Jatim juga menekankan pentingnya membentuk sosok Polri yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kita membutuhkan polisi yang tegas dalam menegakkan hukum, namun tetap humanis, hadir menolong masyarakat, dan mampu menjadi pemecah masalah,” ujar Irjen Nanang.
Kepada jajaran SPN Polda Jatim, Kapolda menegaskan agar proses pendidikan dilaksanakan secara profesional tanpa kekerasan.
“Keteladanan adalah metode pendidikan paling efektif. Tidak boleh ada budaya kekerasan dalam pembentukan Bintara Polri,” pungkasnya.
Upacara pembukaan Diktuk Bintara Polri tersebut dihadiri Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Pasma Royce, pejabat utama Polda Jatim, Forkopimda Kabupaten Mojokerto, serta jajaran tenaga pendidik dan peserta didik SPN Polda Jatim.(Red)











