Polisi Udara Baharkam Polri Dropping Bantuan Logistik di Aceh Tamiang dengan Risiko Tinggi

0
48

Aceh Tamiang, restorasihukum.coom – Personel Polisi Udara Baharkam Polri melakukan pengiriman bantuan logistik bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang. Wilayah ini menjadi lokasi terdampak yang sulit dijangkau untuk dropping bantuan melalui jalur udara.

Kondisi terkini menunjukkan area yang layak untuk pendaratan helikopter sangat minim karena genangan banjir masih menguasai sebagian besar daratan.

“Tidak ada tempat aman untuk melakukan dropping bantuan. Seluruh area tergenang, lahan kosong berubah menjadi arus deras, dan titik-titik evakuasi tak lagi dapat dijangkau,” ungkap Kadivhumas Polri, Irjen Pol Sandi Nugroho, Sabtu (6/12/25).

Bantuan logistik akhirnya dikirim dengan risiko tinggi. Helikopter membawa empat personel, yakni AKBP Dian Didik Arvianto sebagai pilot, IPTU Vidya H. Mangundjaya sebagai copilot, serta Aipda Sanioko dan Bripka Kukuh Wahyu.

“Pilot Kepolisian Udara harus mengambil keputusan cepat. Di tengah hembusan angin kencang dan jarak pandang terbatas, ia memilih satu-satunya titik yang memungkinkan—sebuah lokasi sempit yang sangat berisiko, namun menjadi harapan terakhir bagi warga yang menunggu pertolongan,” jelas Irjen Sandi.

Setibanya di lokasi, masyarakat langsung menghampiri helikopter untuk menerima bantuan. Dropping dilakukan dengan manuver presisi, helikopter ditahan pada ketinggian rendah agar paket-paket logistik jatuh tepat sasaran tanpa membahayakan warga.

“Keputusan ini penuh risiko, namun demi keselamatan dan pemenuhan kebutuhan warga terdampak, risiko itu harus diambil. Di momen genting seperti ini, keselamatan banyak jiwa jauh lebih penting dari apapun,” tambah Kadivhumas Polri.

Bantuan akan disalurkan secara bertahap meski pengiriman menemui berbagai tantangan.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here