Jakarta, restorasihukum.com – Polri mengerahkan kekuatan besar dalam operasi kemanusiaan untuk menangani bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Mobilisasi dilakukan secara terintegrasi melalui jalur udara dan laut untuk memastikan suplai logistik tiba lebih cepat, terutama di wilayah yang masih terisolir akibat bencana.
Armada yang diterjunkan terdiri dari 3 pesawat angkut logistik, 5 helikopter, dan 9 kapal patroli Polair. Seluruhnya telah memasuki rute operasi tanggap darurat. Langkah ini menjadi bukti percepatan pemulihan sekaligus memastikan kebutuhan mendesak masyarakat tidak tertunda.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan percepatan distribusi bantuan dilakukan dengan mengutamakan jalur udara, mengingat banyak akses darat yang masih terputus.
“Saat ini Polri mengerahkan pesawat dan helikopter untuk memastikan bantuan segera tiba di lokasi terdampak,” ujarnya.
Trunoyudo menjelaskan bahwa operasi penerbangan telah dilakukan bertahap sejak beberapa hari terakhir.
“Helikopter telah melakukan airdrop bahan pokok di sejumlah titik Tapanuli dan wilayah terisolir lainnya. Fokus kami memastikan suplai tidak berhenti dan kebutuhan dasar masyarakat terjamin,” katanya.
Melalui mobilisasi besar Polri ini memastikan jalur suplai logistik tetap berjalan, akses wilayah terisolir dapat dibuka kembali, dan operasi tanggap darurat berlangsung lebih cepat serta tepat sasaran. Polri menegaskan distribusi bantuan akan terus berlangsung hingga seluruh kebutuhan kritis masyarakat terpenuhi.(Red)












