Bojonegoro, restorasihukum.com – Terkait harga minyak dunia yang hanya sekitar 45 dolar Amerika Serikat/barel, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mendesak Pemerintah Pusat mengkaji ulang realisasi jadwal produksi puncak minyak Blok Cepu 165 ribu barel/hari.
Bupati Bojonegoro Suyoto, di Bojonegoro, Rabu, mengatakan,”Kami mendesak Pemerintah Pusat mengajak daerah juga pihak lainnya secara bersama mengkaji ulang jadwal realisasi produksi puncak, sebab turunnya harga minyak dunia mempengaruhi bagi hasil minyak”.
Bagi hasil minyak yang diperoleh Pemerintah, juga daerah akan berkurang, menurut Suyoto karena harga minyak dunia turun menjadi 45 dolar Amerika Serikat/barel, padahal sebelumnya 105 dolar Amerika Serikat/barel.
Menurut Suyoto, sesuai perjanjian, perolehan bagi hasil yang diterima operator ExxonMobil Cepu Limited (MCL), persentasenya meningkat kalau harga minyak dunia dibawah 45 dolar Amerika Serikat/barel.
Untuk itulah kajian harus dilakukan secara menyeluruh, antara lain, menyangkut lamanya produksi puncak minyak Blok Cepu 165 ribu barel/hari berlangsung, sampai berapa lama harga minyak dunia cenderung turun, juga memperhitungkan kemungkinan pelaksanaan produksi puncak minyak Blok Cepu, ditunda.
Ia menegaskan,”Kalau produksi puncak hanya berlangsung 1 tahun, sedangkan posisi harga minyak dunia seperti sekarang ini jelas akan merugikan perolehan bagi hasil Pemerintah,” katanya, menegaskan.
Ia juga menambahkan bahwa masyarakat juga harus tahu adanya kondisi yang tidak menentu menyangkut perolehan dana bagi hasil migas, sebab seperti Bojonegoro perolehan dana alokasi umum (DAU) juga ikut menurun dibandingkan sebelumnya.
Dalam hal ini Suyoto tidak berani memeberikan gambaranperolehan dana bagi hasil migas di dalam APBD 2015, sebesar Rp2,6 triliun, sebagaimana yang tercantum di dalam APBN 2015.
Sementara itu Kepala Dinas Pendapatan Daerah Pemkab Herry Sudjarwo,”Perolehan dana bagi hasil migas Rp2,6 triliun tersebut tidak realistis, sebab produksi minyak Bojonegoro saat ini baru sekitar 60 ribu barel/hari”.
Menurut informasi produksi puncak minyak Blok Cepu sebesar 165 ribu barel/hari akan terealisasi sekitar Oktober 2015.(Rsdi)








