Pembantu Rektor III Universitas Jember (Unej), M. Saleh, Senin, mengatakan, “Mereka berasal dari lima negara yakni Jepang, Tiongkok, Taiwan, Korea, dan Jerman yang belajar kebudayaan masyarakat Jember selama enam bulan”.
Saleh juga menambahkan, bahwa kegiatan belasan mahasiswa asing ini dimulai dari komunitas Tanoker yang ada diwilayah Ledokombo karena Tanoker merupakan salah satu komunitas yang tetap eksis dalam melestarikan kebudayaan daerah Jember.
Sementara itu Dody Molasy, Pembina AIESEC Unej Honest mengatakan banyak kegiatan yang dilakukan mahasiswa asing untuk mengenal budaya masyarakat Jember. Ia mengatakan, “Mereka dibawa ke komunitas Tanoker untuk mengenal budaya Jember, kemudian mereka juga dikenalkan dengan sejumlah sekolah, agar mereka berinteraksi dengan guru dan siswa untuk belajar tradisi dan budaya Indonesia,” tuturnya.
AIESEC juga akan menggelar “global village” yang menampilkan kesenian trdisional dan budaya dari berbagai mahasiswa anggota AIESEC di Gedung Soetardjo kampus setempat pekan depan.
Pada kesempatan itu Honest juga mengungkapkan bahwa dirinya sangat berharap mereka bisa mengenal budaya Jember melalui berbagai kegiatan yang sudah dikemas secara menarik karena program mereka untuk belajar tentang budaya Indonesia di Jember tersebut hanya selama enam bulan saja. (Msh)









