Tulungagung, restorasihukum.com – Sebanyak 306 perwira dan bintara yang menjabat posisi perwira di Polres Tulungagung dan Polsek jajaran diperintahkan untuk tes urine dadakan, Jumat (1/2/2019).
“Memang kami lakukan dadakan agar tidak bocor. Perintahnya olah raga bersama, kemudian saya perintahkan untuk tes urine,” terang Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar
Proses tes urine ini dijaga sangat ketat oleh Provos. Pintu gerbang ditutup agar tidak ada yang keluar. Kemudian, para perwira ini diarahkan ke lapangan tenis. Di tempat ini lah, tim kesehatan dari RS Bhayangkara sudah menunggu dengan peralatan tes narkoba.
Selain itu, dua anggota provos juga melakukan penjagaan ketat di pintu kamar mandi tempat ambil sampel urine. Mereka memastikan hanya satu orang secara bergantian yang masuk kamar mandi.
“Tolong pastikan yang kencing satu-satu, jangan sampai ada yang minta sampel urine ke temannya,” ujar Kapolres ke anggota Provos yang berjaga.
Dikatakan Tofik, tes urine ini bagian dari Operasi Tumpas Semeru 2019 yang sedang berlangsung. Menurutnya, jangan sampai polisi menindak masyarakat yang menyalahgunakan narkoba, sementara ada anggota yang juga terlibat penyalahgunaan narkoba.
“Ini bentuk instrospeksi kami, selain menyasar masyarakat kami juga melakukan pengecekan anggota,” imbuhnya.
Kegiatan ini, lanjut Tofik, akan dilakukan rutin setiap 6 bulan sekali. Tujuannya untuk memastikan seluruh anggota bersih dari narkoba. Jika ada anggota yang terbukti positif narkoba, Ia tak akan segan memberikan sanksi tegas.









