Satu Dari Dua Perampok Di Mojokerto Mati Setelah Di Hajar Warga

0
221

Mojokerto, restorasihukum.com – Dua perampok nekat merampok rumah Kopda Didik prasetyo(anggota yonif para raider 503/MK) di dusun Menanggal rt/rw.10/003, Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, pada jam 11 siang, rabu (13/03/2017).

           Pada saat itu situasi dirumah kopda Didik Presetyo dalam keadaan sepi, hanya ada ada satu orang saja yaitu ibu Siti muchlisa 49 thn (mertua dari Kopda Didik Prasetyo).

           Melihat kondisi rumah dalam keadaan sepi, kedua pelaku perampok tersebut langsung memasuki rumah dan mengancam ibu Siti muchlisah dengan senjata tajam,” saya disuruh pelaku perampok menyerahkan barang berharga dan uang yang ada di rumah ini, karena saya merasa ketakutan saat pelaku mengancam dengan menggunakan clurit dan golok, saat itu juga saya tanpa basa-basi lansung mengambil uang dan menyerahkan sejumlah uang sebesar 4 juta kepada pelaku perampok tersebut, karena saya tidak mau ambil resiko kalau pelaku nanti sampai nekat membunuh saya jika tidak menurutinya,” ungkap ibu siti.

           Setelah kedua pelaku perampok itu mendapatkan uang tersebut, kemudian kedua pelaku perampok langsung melarikan diri, takut jika perbuatannya di ketahui warga.

           Saat itu juga saya minta tolong kepada warga dengan berteriak “rampok-rampok, sontak warga yang mendengar teriakan saya langsung berlari mengejar kedua perampok tersebut,” Tegasnya.

           Akhirnya kedua pelaku perampok itu bisa di tangkap oleh warga di Dusun Kedung Gempol, Kecamatan Mojosari dan kedua pelaku perampok tersebut langsung jadi bulan-bulanan para warga di lokasi.

           Sekitar jam 1 siang yang sebelumnya sudah dapat laporan dari warga kalau ada perampok tertangkap oleh warga  di dusun kedung gempol, petugas Reskrim Polres Mojokerto tiba di lokasi kejadian, dimana para pelaku perampok di hakimi oleh warga.

           Petugas Rekrim Polres Mojokerto mengatakan, satu dari dua tersangka pelaku perampokan meninggal dunia karena terkena tembakan senapan angin milik warga, sedangkan pelaku satunya di bawah ke Rumah Sakit Dr. Soekandar Mojosari dengan kondisi sangat kritis setelah di hajar warga,” terangnya.

           Dari hasil visum inafis yang di dapatkan bahwa pelaku perampok yang meninggal dunia di identifikasi A/n Junaidi, alamat Semampir, surabaya. Sementara pelaku yang berada di Rumah Sakit Dr. Soekandar belum di ketahui identitasnya karena pelaku perampok tersebut tidak membawa kartu identitas,”pungkasnya. (team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here