Seorang Karyawan PT. Surya Pamenang Kediri Tewas Ditabrak Forklip Saat Kerja

0
485

Kediri, restorasihukum.com – Kecelakaan kerja di pagi hari jam 07.30 wib terjadi di dalam lingkungan kerja PT. SURYA PAMENANG yang beralamat di jalan raya Kediri-Kertosono Km 11. Pabrik besar dan berdiri  megah tersebut memproduksi kotak/bungkus rokok segala merk dan jenis untuk dikirim ke PT. Gudang Garam dan lainnya untuk ekspor. Awal mula terjadinya kecelakaan menurut nara sumber yang juga teman2 kerja korban yang wanti2 tidak mau disebut identitas saat dimintai konfirmasi dan kronologi kejadian  di Mushola dan warung depan rumah orang tua korban di dusun ngrompol, desa ngebrak menceritakan,” bahwa korban bernama Nur Kholis (36) warga desa gampeng, kecamatan gampengrejo, kediri yang bekerja mulai tahun 1997 an sebagai karyawan tetap di bagian Roll.

         Kejadian bermula saat korban meng order material untuk bagian mesin roll, saat korban berjalan dari utara  di gang  pabrik tersebut tanpa di ketahui dan dilihatnya ada forklip lewat dari arah barat pas di dekat belokan yang dikemudikan oleh Riyanto (53) warga Prambon, Nganjuk. Karena keduanya tidak saling mengetahui ketabraklah Si korban Nor Kholis tepat  di bagian kakinya dan langsung roboh ketengah sehingga kelindas forklip. Masih menurut keterangan dari sumber yang sama, bahwa kapasitasnya angkut forklip tersebut bisa mengangkat beban sampai 5 ton.

         Korban langsung meninggal di lokasi kejadian karena bagian dadanya juga kelindas forklip. Setelah Olah Tempat kejadian perkara oleh kepolisian, Jenasah langsung dibawa ke RS. Bhayangkara di kediri untuk dilakukan autopsi. Menurut saksi lain yang melihat langsung di TKP dan juga minta merahasiakan identitasnya  sekaligus teman kerja korban juga menjelaskan bahwa di TKP korban di lindas sampai kedua kaki korban juga patah karena kelihatan pada saat di evakuasi pepes/patah.”Saat itu jenasah masih ditutupi koran/kerdus” katanya.

         Selain itu menurut keterangan teman2 kerja korban bahwa Pengemudi forklip bernama Riyanto adalah pengemudi yang sudah senior dan sudah puluhan tahun bekerja di PT. Surya Pamenang  orangnya sabar dan teliti jadi kemungkinan kejadian kecelakaan tersebut kelalaian kerja dan lagi apes. Saat team investigasi berusaha mencari keterangan ke  PT. Surya Pamenang bertepatan hari libur karena  hari minggu. Saat ke pos Security pintu tengah ada dua orang anggota security dari PT. BAP yang dimintai konfirmasi tentang kejadian dan kronologi kecelakaan  tidak berani menjawab dan sempat  bilang sudah diselesaikan, maka dua orang security tersebut menghubungi anggota yang lebih senior (komandan), saat dimintai konfirmasi kejadian kecelakaan yang barusan terjadi ke tiga orang security tersebut juga tidak mau menjawab pertanyaan dan bilang bahwa  saat kejadian ada di pos depan sedang kejadiannya ada di bagian belakang pabrik, saat ditanya lagi apakah ada kecelakaan di pabrik korbannya meninggal bernama  Nur Kholis dia bilang bahwa perkaranya sudah selesai dan menyarankan untuk datang pada hari senen di jam kerja saja dengan muka dan nada takut.

           Ditempat lain team juga menggali keterangan dari pihak polsek Gampengrejo dan diterima langsung oleh dua anggota piket dan Kanit Provost, Saat mau minta korfirmasi kejadian di pabrik PT. Surya Pamenang anggota piket dan Kanit provost kelihatan terburu2 dan bilang akan berangkat Pengamanan unjuk rasa di simpang lima gumul dan bilang kalau Pak Kanit Reskrim  lagi di RS. Bhayangkara. Anggota piket juga sempat bilang bahwa yang lagi duduk di teras kantor polsek gampengrejo itu sopir forklipnya ” Riyanto” sedang menunggu untuk diperiksa. Selang waktu sesaat riyanto di panggil oleh anggota piket untuk masuk dalam kantor polsek gampengrejo. Anggota piket menyarankan team untuk datang lagi hari senen.

           Di Rumah orang tua korban warga dan teman2 kerja Sampai dengan pukul 14.00 wib sudah banyak berdatangan dan masih dengan sabar menunggu kedatangan jenasah sambil terus menceritakan kejadian kecelakaan yang menimpa korban. Sekitar jam 14.30 wib datanglah mobil ambulan dengan  membawa jenasah. Sesaat kemudian kepala desa ngebrak Saerodji.SH yang juga masih famili korban memberi pengumukan lewat pengeras suara bahwa sholat jenasah berjamaah akan di mulai. Selesai disholati oleh warga dan dilakukan tahlil jenasah siap untuk diantarkan ke tempat peristirahatan terakhir. (Rds) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here