Malang RHN – Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di wilayah Kabupaten Malang, saat ini dimanfaatkan oleh banyak calo CPNS, baik dari pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang sendiri maupun dari masyarakat umum yang mengaku dekat dengan Bupati Malang. Sedangkan para calo tersebut telah menjanjikan kepada peserta untuk bisa meloloskan ujian hasil tes CPNS.
Sedangkan untuk bisa lolos menjadi PNS, para calo itu meminta imbalan uang sebesar Rp 150 juta-Rp 200 juta, dari semua bidang yang kini dibutuhkan oleh Pemkab Malang. Sementara, uang yang ditawarkan calo tersebut harus diberikan seusai mengikuti tes tulis, dan tidak boleh diangsur.
Dan ironisnya lagi, calo CPNS tersebut juga ada dari oknum staf Badan Kepegawaian Daerah (BKD) selaku penyelenggara pendaftaran CPNS. Dan staf BKD itu telah berkeliling pada peserta CPNS untuk menawarkan dan menjanjikan bisa meloloskan sebagai PNS. “Namun, saya harus disuruh membayar Rp 200 juta,” kata salah satu peserta CPNS asal Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang sebut saja Rina (bukan nama sebenarnya), karena tidak mau disebut namanya, Senin (20/10), kepada Restorasi Hukum Nasional.
Dia menjelaskan, saya ditawari staf BKD Kabupaten Malang ketika saya memasukan berkas persyaratan untuk mendaftar sebagai CPNS di Kantor BKD. Meski sebelumnya saya juga sudah mendaftar melalui website CPNS di internet. Saat itu oknum BKD itu mengajak saya ke kantin yang berada dilingkungan Kantor Pemkab Malang, yang berada di Kota Malang, dan dia langsung menawarkan kepada saya bahwa dia sanggup membantu untuk meloloskan hasil tes ujian CPNS. Tapi, orang tua saya harus menyiapkan anggaran Rp 200 juta.
Dengan tawaran yang diberikan oleh salah satu oknum staf BKD tersebut, kata Rina, tentunya saya tidak akan mampu membayar uang sebesar itu. “Sehingga tawaran itu langsung saya tolak, karena tidak mungkin orang tua saya memiliki uang sebanyak itu,” paparnya.
Hal senada juga dikatakan oleh salah satu orang tua peserta CPNS Sugiono, asal Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, bahwa dirinya juga mendapatkan tawaran dari salah satu orang yang katanya sangat dekat dengan Bupati Malang H Rendra Kresna, yang bisa meloloskan anaknya lulus ujian CPNS, namun harus membayar uang sebesar Rp 165 juta, yang dijamin lolos sebagai PNS.
Setahu saya, kata dia, untuk formasi CPNS tahun ini, kesemuanya dilakukan pemerintah pusat, mulai pendaftaran hingga pengumuman hasil tes ujian CPNS melalui media internet. Sehingga sulit pemerintah daerah untuk bermain-main dalam formasi CPNS tahun ini.
“Mungkin pada tahun sebelumnya pemerintah daerah bisa bermain-main, sehingga sekian persennya dari jumlah formasi CPNS yang diperoleh pemerintah daerah bisa dijual kepada peserta CPNS,” pungkasnya.(RK)








