Mojokerto, restorasihukum.com - Pasca di tutupnya sejumlah lokalisasi, kini sebanyak 75 Pekerja Seks Komersial (PSK) yang tergabung dalam Yayasan Majapahit, Kelurahan Balongcakring, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto dilatih membuat tas dari bahan gelas bekas air mineral.
Tas yang dihasilkan tersebut banyak diminati oleh masyarakat karena harganya yang terjangkaau. Seperti saat ini , 200 tas telah di buat untuk memenuhi pesanan dari Lamongan.
Seperti yang dikatakan Yayasan Majapahit, Teguh Starianto mengatakan, pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari pelatihan sebelumnya yang dilakukan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mojokerto.
“Yang sudah bisa mengajari yang bisa. Ini tidak lanjut pelatihan sebelumnya dan untuk memenuhi pesanan dari Lamongan,” paparnya.
Dan desain dari tas itu sendiri sesuai dengan pesanan, dimana cara membuat desainnya dengan mencari ide dari internet maupun coba-coba. Teguh menjelaskan, tingkat kesulitan terdapat di pelepasan lingkaran gelas. Menurutnya masyarakat luas bisa memesan atau membeli kerajinan tersebut dengan cara datang ke Yayasan Majapahit.
Sementara itu, salah satu mantan PSK, Anis (24) mengatakan, pembuatan tas dari bahan gelas bekas air mineral membutuhkan sedikitnya 200 gelas bekas. “Yang diambil hanya bagian lingkaran gelas bekas air mineralnya. Satu tas butuh 150 keping gelas, dirangkai dengan menggunakan tali kur. Satu tasnya butuh sekitar satu sampai dua kilogram gelas bekas,” jelasnya.
Bahan gelas bekas tersebut, menurut Anis tidak susah didapat karena di lingkungan Yayasan Majapahit terdapat bank sampah karena banyak pemulung. Dari bank sampah tersebut, bisa diperoleh bahan gelas bekas yang dibeli dengan harga antara Rp4 ribu hingga Rp6 ribu per kilogramnya.
“Pembuatan tas dilakukan secara berkelompok, satu kelompok terdiri enam hingga tujuh PSK. Satu kelompok bisa mengerjakan dua sampai tiga tas dalam satu hari. Satu tasnya dijual antara Rp100 ribu sampai Rp200 ribu tergantung tingkat kesulitannya,” pungkasnya.(mnf)







