Surabaya restorasihukum.com – Taman Flora Kebun Bibit yang terletak di Bratang, bisa menjadi alternatif liburan anda dan keluarga. Taman Flora Kebun Bibit merupakan tempat pembuangan sampah, yang kemudian dimanfaatkan sebagai kebun bibit oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya.
Kemudian sebagian besar bibit yang ada disana dipindahkan ke kebun bibit Wonorejo dan ditumbuhkembangakan disana. Sedangkan sisanya dipajang di Taman Flora Kebun Bibit sebagai koleksi dan bahan pengenalan serta pembelajaran bagi para pengunjung.
Adapun tanaman yang ada di Taman Flora Kebun Bibit meliputi tanaman pelindung, tanaman hias, serta tanaman obat keluarga (toga) seperti asam jawa, gingseng jawa, kayu putih, dan kayu manis. Pasokan bibit dan tanaman tersebut didapat dari kebun bibit Wonorejo, sebagai kebun bibit utama.
Selain Taman Flora Kebun Bibit, masih terdapat setidaknya 55 taman aktif yang tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kota Surabaya.
Dibuat juga beberapa sarana playground seperti ayunan dan jungkat-jangkit, serta air mancur untuk mendukung daya guna taman serta menarik minat pengunjung.
Henri Setiyanto, kepala UPTD taman Flora, mengatakan, “Selain sebagai sarana pembelajaran, kebun bibit juga digunakan sebagai tempat rekeasi, camping, kegiatan pramuka, sampai acara keluarga”.
Keberadaan taman di suatu daerah, menurut Henry, apalagi kota besar seperti Surabaya, merupakan sesuatu yang penting. Selain membantu proses sirkulasi udara dan mengurangi polusi, taman juga bisa menjadi alternatif tempat refreshing bagi para pekerja yang telah disibukkan dengan aktifitas kantor selama seminggu. Ditambah lagi, lahan-lahan di kota besar banyak digunakan sebagai tempat bisnis. Sehingga cukup jarang ditemukan tempat yang teduh dan rindang.
Di ketahui saat libur sekolah, akhir pekan, ataupun hari-hari besar pengunjung Taman Flora Kebun Bibit bisa mencapai 3000-4000 orang. Pengunjung Kebun Bibit ini pun tidak hanya sekedar warga Surabaya.
Henry juga menjelaskan bahwa, setiap harinya di taman itu kedatangan tamu dari berbagai daerah untuk pelatihan menanam maupun pembuatan kompos, sampai saat ini kebun bibit memiliki 17 rumah kompos. Pembuatan kompos tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan internal ataupun masyarakat yang meminta.
Henry yang juga merupakan kepala baru UPTD taman flora juga itu memaparkan, “Hampir tiap kecamatan memiliki ikon (taman), jadi tidak semua orang berkumpul di tengah kota. Dengan adanya taman ini, kami harap masyarakat merasa diperhatikan oleh pemerintah”.
Menurut penuturan Henri dalam bahwa dengan dukungan pemerintah dalam waktu dekat, akan ada juga Taman Keputih, dan saat ini pembangunanannya telah mencapai 60% dan sedang dalam proses penataan. (red)






