Terjaring Razia, Tiga Pelajar di Surabaya Diberi Wejangan Oleh Bu Risma

0
216

Surabaya, restorasihukum.com – Walikota Surabaya, Tri Rismaharini memberi wejangan kepada tiga pelajar yang terjaring razia di Jalan Tanjung Anom, Gubeng, Surabaya, pada Sabtu (5/1/19) sekitar pukul 04.40 WIB tadi.

Ketiga pelajar kedapatan sedang mengkonsumsi minuman keras (Miras) oleh Satpol PP. Kemudian, mereka dibawa ke Mako Satpol PP Kota Surabaya untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan diberi bimbingan. Pada saat itulah, Bu Risma, sapaan akrab walikota surabaya memberi wejangan kepada mereka.

Bu Risma menjelaskan, apabila mereka meminum-minuman keras, maka saraf otak mereka akan mati. Apabila saraf otaknya sudah mati, maka akan kesulitan mikir dan menjadi orang bodoh.
 
“Kalian perlu tahu ya, sekali kalian minum-minuman keras itu, maka satu juta sel sarafmu akan mati, sehingga apabila diterus-teruskan nanti tidak akan bisa mikir dan akan jadi orang bodoh,” kata Wali Kota Risma kepada tiga pelajar itu.

Pada kesempatan itu, Bu Risma memanggil orang tua mereka serta pihak sekolah tempat mereka bersekolah. Kemudian, Bu Risma meminta kepada tiga pelajar itu untuk meminta maaf kepada orang tuanya masing-masing.

“Nanti minta maaf kepada orang tua kalian masing-masing dengan mencium kakinya. Kalian juga harus berjanji untuk tidak mengulangi lagi, berjanji tidak minum-minuman lagi,”ujar Walikota pada para pelajar itu.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A).

“Dinas terkait ini pun melakukan sejumlah tes dan proses selanjutnya kami serahkan kepada DP5A,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga terus mendalami lokasi mereka minum-minuman itu. Selanjutnya, Satpol PP berencana akan melakukan penyisiran ke lokasi tempat mereka minum untuk memastikan apakah masih ada pelajar lain yang minum-minuman di situ.

Kepala DP5A Surabaya Chandra Oratmangun saat mendampingi para pelajar itu menghimbau kepada para orang tua di Surabaya untuk mengawasi anak-anaknya supaya tidak mengenal miras. Sebab, minuman itu bukan minuman sehat dan tidak layak dikonsumsi, apalagi anak-anak seusia mereka.

“Anak-anak ini tugasnya hanya mempersiapkan masa depan mereka supaya sukses dan mempersiapkan masa depan bangsa ini,” ujarnya.

Ia juga mengajak anak-anak Surabaya untuk memanfaatkan lapangan olahraga dan free wifi yang sudah tersebar di berbagai titik di Kota Surabaya. Dengan cara itu, diharapkan tidak ada lagi kenakalan remaja di Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here