Pamekasan, restorasihukum.com — Sebagai protes penolakan mutasi kepala sekolah (Kepsek) mereka, yakni Mohammad Simbang, bebrapa wali murid dan komite SD Negeri Nyalabuh Daja II, Kabupaten Pamekasan, Madura menyegel seluruh ruang kelas.
Bahkan dengan membawa aneka poster protes yang mendesak agar mutasi kapsek dibatalkan, para siswa dan beberapa guru juga mengikuti aksi ini.
Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dari Polsek Pamekasan, serta jajaran petugas dari Polres Pamekasan. Sehingga aksi tersebut berlangsung tertib.
Aksi tersebut juga diwarnai dengan isak tangis para siswa yang ikut pada aksi menolak mutasi kapsek. Bahkan wali murid yang melakukan aksi penyegelan di seluruh ruang kelas juga masih menduduki sekolah.
Kepada wartawan, Komite SD Negeri Nyalabuh Daja II Pamekasan,Masit mengungkapkan bahwa, “Kami seluruh wali murid, guru dan siswa menolak Pak Simbang dipindah atau dimutasi. Makanya kami segel seluruh kelas, agar Pak Simbang tidak dipindah”.
Karena selama 2 tahun memimpin, menurut pengakuan Masit banyak perubahan positif yang berdampak pada prestasi belajar siswa, untuk itu siswa dan wali murid sangat menginginkan kapsek tetap bertugas di sekolah mereka. “Pak Simbang adalah kepala sekolah yang baik, banyak memberikan prestasi bagi sekolah dan siswa,” akunya.
Sementara salah satu wali murid menambahkan, bila keberadaan kapsek juga dikenal sebagai pribadi yang baik dan dicintai masyarakat di wilayah setempat.
“Pak Simbang orangnya baik dan dicintai masyarakat. Hal ini yang membuat kami menolak mutasinya, dan kami meminta agar pemkab kembali menunda keputusan mutasi itu,” paparnya. (sgrt)











