Wamendagri Bima Arya: IARMI Jadi Motor Kolaborasi Nasional

0
87

Jakarta, restorasihukum.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung program Asta Cita pemerintah. Ia menilai, Indonesia saat ini berada pada momentum strategis dan menentukan untuk melakukan lompatan besar menuju negara maju.

Mengutip analisis berbagai lembaga internasional, Bima menyebut Indonesia berpeluang masuk jajaran lima besar kekuatan ekonomi dunia dalam dua dekade mendatang.

“Kita akan menjadi negara maju dalam waktu 20 tahun. Namun ada dua syarat utama,” ujar Bima dalam sambutannya pada Musyawarah Nasional (Munas) IX IARMI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (21/11/2025).

Syarat pertama, kata Bima, adalah kemampuan Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah. Banyak negara berhasil naik kelas dari kategori berpendapatan rendah menjadi menengah, namun gagal melangkah menuju pendapatan tinggi. Di Asia, hanya lima negara yang mampu menembus tahapan tersebut, sementara di Eropa terdapat 14 negara.

“Jika kita gagal keluar dari jebakan kelas menengah, kita akan terus berputar-putar cukup lama,” ujarnya.

Syarat kedua adalah optimalisasi bonus demografi. Dengan dominasi penduduk usia produktif, Indonesia memiliki peluang besar mempercepat lompatan ekonomi. Potensi ini, tegas Bima, harus dimaksimalkan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Asta Cita bicara soal itu. Pendidikan, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda semuanya menyiapkan generasi muda dan sektor produktif,” terangnya.

Bima menambahkan, Asta Cita juga menargetkan pertumbuhan ekonomi tinggi yang memerlukan kerja bersama seluruh elemen bangsa. Menurutnya, arah kebijakan tersebut dapat dirangkum dalam dua fokus besar: pendidikan dan teknologi, serta pemerintahan yang efektif.

Wamendagri menilai moto IARMI Widya Castrena Dharma Siddha pengabdian yang disempurnakan dengan ilmu pengetahuan dan keprajuritan sejalan dengan dua agenda prioritas tersebut.

“IARMI punya peran signifikan dan strategis, terlebih bila bersinergi dan fokus pada dua bidang itu,” katanya.

Wamendagri Bima menegaskan bahwa pemerintahan yang efektif merupakan agenda utama Presiden Prabowo Subianto. Program retret kepala daerah pun diarahkan untuk memperkuat efektivitas birokrasi, termasuk efisiensi APBN dan APBD. Ia melihat nilai-nilai pembinaan dan kaderisasi dalam IARMI sejalan dengan semangat tersebut.

“Keprajuritan adalah pengabdian. Keprajuritan adalah kepemimpinan. Keprajuritan adalah pemerintahan yang efektif,” tandasnya.

Lebih jauh, Bima memaparkan dua bentuk sinergi yang dapat diperkuat IARMI dalam mendukung Asta Cita. Pertama, kerja sama antara IARMI, birokrasi, perguruan tinggi, dan sektor swasta untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan penguasaan teknologi guna menyongsong Indonesia Emas 2045. Kedua, menyiapkan generasi Z sebagai calon pemimpin masa depan melalui pembinaan karakter, pengetahuan, dan talenta kepemimpinan.

“Saya membayangkan, jika IARMI bersinergi dengan Kemendagri, kementerian lain, dan para rektor untuk menggembleng mahasiswa dengan Menwa sebagai motor utamanya kita bisa memastikan mereka siap menggantikan kita 20 tahun mendatang,” pungkasnya.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here