Jakarta, restorasihukum.com – Festival Bazar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama tiga hari pada 12–14 Agustus 2026 di Plaza Gedung A Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta. Selain menjadi ruang promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kegiatan tersebut juga menghadirkan berbagai agenda sosial, edukasi keselamatan, serta sosialisasi mitigasi bencana.
Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Sri Purwaningsih mengatakan, rangkaian Festival Bazar Kemendagri 2026 memberikan manfaat yang lebih luas karena tidak hanya berfokus pada kegiatan bazar, tetapi juga menghadirkan kegiatan sosial dan edukasi bagi keluarga besar Kemendagri.
Hal tersebut disampaikan Sri saat menutup Festival Bazar Kemendagri 2026 di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
“Bazar ini tidak hanya melakukan penayangan booth-booth ini, tetapi dari sejak hari pertama ketika pembukaan, Ibu Penasihat yang diwakili oleh Ibu Yane Bima Arya memberikan arahan pembukaan dan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim, artinya bantuan sosial dilakukan,” ujar Sri.
Festival Bazar Kemendagri 2026 digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan pembukaan festival dan pemberian santunan kepada anak yatim.
Memasuki hari kedua, festival menghadirkan sosialisasi layanan keselamatan dan penyelamatan oleh Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta. Kegiatan tersebut juga dilengkapi simulasi penggunaan fire blanket sebagai edukasi mengenai langkah antisipasi dan penanggulangan kebakaran di lingkungan kerja maupun rumah tangga.
“Kami sangat memahami situasi saat ini begitu banyak terjadi kebakaran-kebakaran dan itu perlu langkah antisipasi dan penanggulangan, supaya tidak terjadi di kantor kita maupun di keluarga kita, di rumah tangga kita,” jelasnya.
Sementara pada hari ketiga, kegiatan difokuskan pada edukasi kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui sosialisasi layanan mitigasi bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan tanggap darurat keluarga besar Kemendagri dalam menghadapi potensi bencana.
“Kita sama-sama tahu bahwa Republik Indonesia ini adalah ring of fire, jadi harus siap-siap kita manakala terjadi bencana, maka Bapak Dirjen selaku pembina urusan kebencanaan, kita juga datangkan ahli-ahli yang bisa berbicara di hadapan kita, memahamkan bagaimana kalau ada bencana,” katanya.
Sri menilai, rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Festival Bazar Kemendagri tidak hanya memberikan ruang kepada pelaku UMKM untuk mempromosikan produk, tetapi juga menjadi wadah berbagi, pemberian layanan, serta peningkatan pengetahuan dan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan tersebut, Sri menyampaikan apresiasi kepada panitia, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ditjen Bina Adwil, serta seluruh jajaran DWP Kemendagri yang telah mendukung penyelenggaraan Festival Bazar Kemendagri 2026.
Ia berharap semangat kebersamaan dan berbagai manfaat yang dihasilkan melalui festival tersebut dapat terus dilanjutkan pada tahun berikutnya.
“Mudah-mudahan Festival Bazar ini bermanfaat untuk kita semuanya. Kemeriahan, kenyamanan yang kita lakukan di 2026 ini mudah-mudahan bisa terulang lagi di 2027 yang akan datang,” pungkasnya. (Red)










