Wamendagri Wiyagus Dorong Mahasiswa Untad Bantu Percepat Penanggulangan TB di Sulawesi Tengah

0
21

Palu, restorasihukum.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menitipkan empat pesan kepada mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) untuk turut mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TB) di Sulawesi Tengah (Sulteng). Pesan tersebut disampaikan dalam acara Percepatan Penuntasan TB di Untad, Sulawesi Tengah, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Empat pesan Wiyagus meliputi peran mahasiswa sebagai agen skrining pertama di lingkungan keluarga, pendamping pasien untuk mencegah putus obat sekaligus mengurangi stigma, penggerak kampanye digital dan riset inovatif, serta keterlibatan langsung di desa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Wiyagus juga mengapresiasi program Berani Magaya yang digagas Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Untad. Menurutnya, program tersebut menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap persoalan kesehatan masyarakat, khususnya penanggulangan TB.

“Program Berani Magaya adalah bukti bahwa generasi muda Sulawesi Tengah tak hanya menjadi penonton, kemudian tidak hanya berdiam diri tetapi turun langsung ke lapangan menjaga kesehatan keluarganya dan menyayangi masyarakatnya dari ancaman TB,” ujar Wiyagus.

Ia menegaskan, mahasiswa memiliki peran penting dalam mempercepat penanggulangan TB. Di sisi lain, pemerintah daerah (Pemda) tetap memegang peran strategis karena pelayanan kesehatan merupakan urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar. Pemda provinsi maupun kabupaten/kota wajib menjalankan penanggulangan TB sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Menurut Wiyagus, penanganan TB juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemda, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat. Terlebih, ketidakpastian geopolitik global dapat berdampak terhadap rantai pasok obat-obatan sehingga penanggulangan TB tidak dapat hanya mengandalkan Kementerian Kesehatan.

“Kita tidak butuh superman, yang kita butuhkan adalah super team sehingga apa pun masalahnya bisa diselesaikan dalam rangka menuju masyarakat adil dan makmur,” tegasnya.

Wiyagus berharap inovasi penanganan TB berbasis kampus yang dipelopori Untad dapat diterapkan oleh perguruan tinggi lainnya. Dengan semakin luasnya keterlibatan kampus dan generasi muda, upaya penanggulangan TB diharapkan semakin masif sehingga target eliminasi TB dapat tercapai lebih cepat. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here