Warga Dusun Mandar Sumenep Temukan Buaya Menangis

0
254

Sumenep, restorasihukum.com – Warga Dusun Mandar, Desa Sukajeruk, Kecamatan/Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, digegerkan dengan penemuan seekor buaya sepanjang 2,7 meter.

Buaya tersebut pertama kali ditemukan Musa, warga setempat, di bibir Pantai Mandar, saat akan mencari kepiting.

Musa langsung memanggil warga untuk menangkap buaya tersebut. Perlu waktu sekitar 2 jam untuk bisa membawa binatang yang dikenal buas itu ke daratan. Proses penangkapan buaya itu dilakukan oleh 10 warga setempat.

Saat ini, buaya tersebut berada di rumah Wak Sisek, yang rumahnya berjarak sekitar 100 meter dari pantai.

Uniknya, Wak Sisek meyakini bahwa buaya yang ditemukan itu merupakan buaya jinak, tidak seperti buaya pada umumnya.

“Waktu saya dekati, ternyata buaya itu jinak kok, tidak seperti buaya pada umumnya. Bahkan waktu ditemukan di sela-sela pohon bakau, buaya itu terlihat seperti menangis,” kata Wak Sisek, Sabtu (25/08/2018).

Wak Sisek pun memperlakukan buaya itu dengan baik. Buaya yang ditempatkan di halaman rumahnya itu diberi tikar untuk alas tubuhnya.

“Buaya ini masih seperti saat ditemukan. Tidak bergerak dan sering terlihat seperti menangis,” ucapnya.

Bahkan pria kelahiran Bugis ini meyakini bahwa buaya itu merupakan ‘kembaran’ ibunya yang telah meninggal lima tahun lalu.

Menurutnya, dulu semasa ibunya masih hidup, buaya itu sering datang ke rumahnya dan diberi makan oleh ibunya.

“Ibu dulu sering memberi makan telur ke buaya ini. Tetapi setelah ibu meninggal, buaya ini tidak pernah lagi diberi makan. Saya memang tidak perhatian lagi ke buaya ini. Tidak seperti ibu,” sesalnya.

Ia juga menceritakan, dulu buaya yang diyakini sebagai ‘kembaran’ ibunya ini kerap datang ke rumah, saat keluarganya sedang kesusahan atau ditimpa musibah.

“Sekarang ini anak saya sakit. Kanker payudara, kata dokter. Mungkin buaya ini datang untuk menjenguk anak saya,” ungkapnya. (tem/air)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here