Malang, restorasihukum.com – Terkait perbaikan jalan rusak di lingkungannya, Warga Jl KH Malik Dalam, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, mengaku kecewa dengan Wali Kota Malang, Mochammad Anton.
Kekecewaan warga tersebut di lampiaskan dengan cara menggantungkan kertas yang bertuliskan ”Abah Anton Pembohong” pada ranting pohon di jalan yang rusak.
Menurut ketua RW 7 Kelurahan Buring, Romli mengatakan kerusakan jalan di lingkungan itu berawal dari galian pipa PDAM. Alat berat yang digunakan untuk menggali tanah membuat aspal jalan rusak.
Bukan itu saja, dengan model galian pipa PDAM yang melintang di jalan menunjukkan bahwa proses pengembalian galian pipa PDAM juga tidak sempurna. “Jalan ini merupakan jalan tembus menuju Tumpang dan Tajinan. Jadi ini jalan penting,” ungkap Romli.
Sementara terkait jenji tersebut, Mereka (warga setempat) ingat bahwa pria yang di sapa dengan Abah Anton ini pernah berjanji segera memperbaiki jalan rusak di lingkungan itu.
Salah satu warga kelurahan Buring, Romilah mengatakan bahwa dulu waktu kampanye Abah Anton pernah berjanji akan memperbaiki jalan di sini. ” Beliau menang di kelurahan ini,” ungkapnya.
Selain itu, janji itu juga di katakan Abah Anton saat datang ke lingkungan setempat pada awal 2014 dan meresmikan sekolah di kelurahan bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan PDAM. “Malah Abah Anton memerintah kepala DPU untuk segera memperbaiki jalan di lingkungan ini. Ternyata sampai sekarang tidak segera diperbaiki,” tandasnya.
Warga juga mengaku sudah lama mengajukan proposal perbaikan jalan ke Pemkot Malang. Namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari Pemkot Malang untuk memperbaiki jalan di lingkungan itu. (Rc)











