Bojonegoro, restorasihukum.com – Dalam usaha pengamanan produksi puncak minyak Blok Cepu sebesar 200 ribu barel/hari yang dijadwalkan direalisasikan 2015, karena merupakan pemasok kebutuhan energi secara nasional, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anas Yusuf meminta jajarannya ikut mewaspadai kelangkaan energi yang akan menjadi masalah global, yang harus dihadapi di masa mendatang.
“Saya sudah pernah menyampaikan kepada jajaran dalam rapat koordinasi beberapa waktu lalu bahwa kelangkaan energi akan menjadi masalah di masa mendatang yang harus dicarikan pemecahannya,” ujarnya.
Anas juga berharap pemerintah, juga terus berusaha mencari alternatif dalam menghadapi kelangakaan energi yang akan terjadi secara global dengan mencari alternatif energi terbaru.
“Semoga saja pengembangan energi terbaru bisa menjadi solusi dalam mengatasi kelangkaan energi yang akan terjadi di masa mendatang. Ini karena kemajuan Bojonegoro, yang berkembang menjadi kawasan industri migas membutuhkan pengamanan,” tegasnya.
Sementara itu, terkait dengan produksi minyak blok Cepu, Bupati Bojonegoro Suyoto mengatakan bahwa, berdasarkan perhitungan bank dunia soal produksi minyak Indonesia, kalau tidak ada usaha yang sunguh-sungguh, akan turun menjadi 630 ribu barel/hari di tahun 2019.
Dengan demikian, katanya, produksi minyak sebesar 200 ribu barel/hari itu sangat membutuhkan dukungan polisi agar bisa terealisasi sesuai jadwal.
Menurutnya produksi minyak Blok Cepu di daerahnya yang akan mencapai 200 ribu barel/hari, tahun ini menjadi penting, karena bisa memberikan konstribusi produksi minyak secara nasional sekitar 20 persen.
“Produksi minyak Blok Cepu di Bojonegoro menjadi pemasok kebutuhan minyak secara nasinal sekitar 20 persen, kalau produksi minyak nasional sekitar 1 juta barel/hari,” pungkasnya.(msh)










