Wawancara Televisi Rusia, Wilson Lalengke Soroti Hubungan Indonesia–Rusia

0
56

Jakarta, restiorasihukum.com – Aktivis dan jurnalis Indonesia, Wilson Lalengke, mendapat kesempatan diwawancarai oleh RT dalam acara berbuka puasa bersama yang digelar Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, di kediaman resminya di Jakarta, pada Kamis (26/2/2026).

Acara tersebut mempertemukan diplomat, jurnalis, dan tokoh masyarakat dalam suasana Ramadan yang hangat. Dalam wawancara itu, Wilson menanggapi pidato Dubes Rusia terkait perkembangan hubungan bilateral Indonesia–Rusia.

Wilson  menilai kedua negara memiliki potensi besar untuk memperkuat kerja sama di bidang diplomasi, budaya, dan komunikasi publik. Menurutnya, hubungan yang saling menghormati dan setara menjadi fondasi penting dalam membangun tatanan global yang lebih adil.

Pandangan soal Konflik Rusia–Ukraina

Dalam kesempatan tersebut, Wilson juga menyampaikan pandangannya mengenai konflik Rusia–Ukraina. Ia menilai Rusia menghadapi tekanan besar dari negara-negara Barat dan Amerika Serikat dalam konflik tersebut.

“Dunia ini tidak adil ketika satu negara dipaksa menghadapi tekanan besar secara sendirian. Rusia sedang menghadapi ketidakadilan itu karena digempur oleh kekuatan Barat dan Amerika secara bersekutu,” ujar Wilson.

Pernyataan itu, mencerminkan keprihatinan atas dinamika sistem internasional yang dinilai belum sepenuhnya setara, serta pentingnya pendekatan dialogis untuk mencapai perdamaian.

Apresiasi terhadap Kebijakan Rusia soal Islam

Wilson juga mengapresiasi kebijakan Rusia terhadap komunitas Muslim. Ia menyoroti pernyataan Dubes Sergei Tolchenov bahwa Islam merupakan agama terbesar kedua di Rusia, sebagai bentuk pengakuan atas keberagaman. Menurutnya, langkah Kedutaan Besar Rusia menggelar iftar bersama jurnalis merupakan bentuk diplomasi budaya yang unik.

“Ini langkah luar biasa. Rusia menunjukkan penghormatan terhadap Islam dan keterbukaan untuk berdialog dengan komunitas Muslim. Saya belum melihat kedutaan lain di Jakarta mengadakan iftar khusus bersama jurnalis,” ujarnya.

Acara buka puasa tersebut dinilai menjadi simbol dialog lintas budaya dan agama yang konstruktif. Wilson menegaskan bahwa perdamaian global hanya dapat terwujud melalui keterbukaan, kerja sama, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here