Surabaya restorasihukum.com – Kondisi aktivis yang menjadi korban penembakan di rumahnya di jalan Teuku Umar, Bangkalan, kini sudah membaik dalam perawatan di RS Dr Soetomo Surabaya.
Namun meskipun Mathur merupakan saksi kunci yang keterangannya sebagai saksi korban dirasa sangat penting dalam upaya pengungkapan perkara ini, sampai saat ini pihak dokter belum mengizinkan petugas kepolisian untuk memeriksa dia.
Dalam penembakan yang terjadi, Selasa dinihari, korban sempat melihat pelaku yang menembaknya pada dinihari itu. Bahkan, aktivis ini juga sempat mengejarnya sebelum dirinya ambruk akibat tembakan yang menyasar ke perutnya tersebut.
Dari identifikasi dan dilakukan uji balistik di Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya, diketahui bahwa proyektilnya berukuran 9 milimeter. Peluru tanpa alur dan tanpa galangan tidak bisa dipastikan apa jenis senjata yang digunakan menembak, apakah merupakan senpi rakitan atau senpi pabrikan yang sengaja dihapus alurnya untuk menghilangkan jejak.
Sementara itu Kabid Humas Pol Jatim, Kombes Pol Awi Setiyono, Sabtu, menjelaskan bahwa pada hari jum’at Kapolres Bangkalan datang untuk menjenguk korban. Namun, pihak dokter hanya memperbolehkan dia menjenguk saja, tanpa memintai keterangan atau memeriksanya.
“Memang kondisi korban sudah membaik, tapi dokter belum mengizinkan petugas kepolisian untuk memintai keterangan kepada saksi korban, korban masih menggunakan masker oksigen. Tapi, belum diizinkan untuk memintai keterangan atau berkomunikasi dengan korban. Ya, kami hanya menggu sampai pihak dokter mengizinkan,” jelas Awi.
Sementara itu di sisi lain, upaya pengusutan perkara ini masih terus dilakukan. Dan sejauh ini, memang belum ada perkembangan yang signifikan.
Polres Bangkalan yang mendapat backup langsung dari Tim Cobra Subdit Jatanras, Ditreskrimum Polda Jatim untuk terus memintai keterangan dri sejumlah saksi.
Ada saksi yang menyebutkan bahwa sempat melihat dua orang berboncengan mengendarai sepeda motor yang dirasa sering lewat di jalan Teuku Umar, depan rumah korban paska kejadian. Dua orang itu, memakai jaket dan mengenakan songkok.
Namun sampai sejauh ini belum dapat di pastikan apakah dua orang tersebut adalah pelaku penembakan ini.
Dari hasil CCTV yang di amankan petugas, sampai hari ini juga belum membuahkan hasil atas peristiwa penembakan tersebut.(kn)






