Awas!… Modus Penipuan Sales Filter LPG

0
211

Malang, restorasihukum.com – Awas!….. Apabila ada komplotan sales filter LPG yang mendatangi ketua RT maupun Ketua RW dikampung halaman anda berada, diduga kuat itu hanyalah modus belaka untuk menjaring konsumen agar masuk dalam perangkap mereka.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang pada sabtu malam 17/10 pukul 18.00 saat tim ungkap fakta yuridis media restorasihukum.com mendapati seorang anak remaja yang hendak memasang filter LPG disalam salah seorang warga, namun saat ditanya identitas anak tersebut tidak memiliki atau tidak bisa menunjukkan sama sekali.

Saat bersamaan anak tersebut bertemu dengan kawannya dijalan, namun hal serupa terjadi kawannya pun tidak bisa menunjukkan identitas diri sama sekali, sehingga tim ungkap fakta yuridis menaruh curiga akan aktivitas tersebut sampai terjadi dan kuat dugaan bekerja sama dengan pihak RT dan juga RW setempat.

Berbeda dengan apa yang disampaikan oleh ketua tim sales tersebut, sebut saja Dimas menyampaikan jika berkantor di Kabupaten Sidoarjo, namun saat ditanya alamatnya, Dimas tidak bisa memberikan alamat jelas hingga membuat tim ungkap fakta yuridis semakin yakin jika kegiatan tersebut adalah modus belaka.

Sesuai dengan keterangan yang disampaikan oleh Dimas, tim coba klarifikasi kepada Kepala Desa Ketindan “Artining” menyampaikan jika kegiatan tersebut pihaknya tidak mengetahui sama sekali, hal ini bertentangan dengan apa yang disampaikan oleh Dimas, “Kegiatan saya sudah diketahui dan mendapatkan izin dari RT, RW dan juga Kepala Desa.” Ungkapnya.

Namun hal yang paling mencurigakan adalah Idcart yang ditunjukkan nama alamat perusahaan tersebut diduga palsu, pasalnya dalam Idcart menyebut nama kecamatan Kasembon, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Saat tim mencari kebenaran alamat tersebut melalui google tidak terdaftar.

Dengan adanya temuan tersebut tim ungkap fakta yuridis coba memberikan laporan informasi Kepada Kanit reskrim polsek Lawang Iptu Fajar, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan dari beliau. (red/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here