Charina Anggie Simbolon Raih Predikat Sapta Abdi Praja IPDN, Wujudkan Mimpi Sang Ayah

0
31

Jatinangor, restorasihukum.com – Charina Anggie Simbolon, lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII asal Kota Batam, Kepulauan Riau, berhasil meraih predikat Sapta Abdi Praja atau salah satu lulusan terbaik IPDN. Capaian tersebut menjadi puncak perjuangannya setelah beberapa kali gagal mengikuti seleksi sekolah kedinasan sebelum akhirnya diterima sebagai Praja IPDN pada 2022.

Anggie, yang resmi dilantik sebagai Pamong Praja Muda oleh Presiden Prabowo Subianto, mengaku keberhasilannya merupakan wujud dari cita-cita sang ayah, seorang prajurit TNI Angkatan Darat berpangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu), yang berharap anak-anaknya dapat menjadi perwira.

“Saya hidup dan tumbuh dengan kesederhanaan. Orang tua saya mendidik saya untuk selalu bersyukur apa pun yang kita miliki,” kata Anggie pada  Jumat 31 Juli 2026 saat ditemui di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat sebagaimana dikutip dari rilis Pusat Penerangan (Puspen) Kementerian Dalam Negeri.

Menurut Anggie, perjalanan menuju IPDN tidak berlangsung mudah. Setelah lulus SMA, ia sempat mengikuti sejumlah seleksi, mulai dari Akademi Kepolisian, seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kejaksaan, hingga seleksi IPDN pada 2021. Namun, seluruh upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Di masa penantian, Anggie menjadi relawan selama sembilan bulan di sebuah shelter yang mendampingi korban perdagangan manusia serta korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pengalaman itu, menurutnya, menguatkan tekad untuk terus berjuang.

Pada 2022, Anggie kembali mengikuti seleksi IPDN dan berhasil lolos seluruh tahapan. Selama menjalani pendidikan, ia mampu mempertahankan prestasi akademik dengan menjadi peringkat pertama di program studinya pada tingkat dua dan tingkat tiga. Konsistensi tersebut mengantarkannya meraih predikat Sapta Abdi Praja.

Bagi Anggie, penghargaan sebagai salah satu lulusan terbaik bukan menjadi pencapaian yang paling membanggakan. Ia mengatakan momen paling berkesan adalah ketika kedua orang tuanya dapat menyaksikan langsung pelantikannya sebagai Pamong Praja Muda oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ke depan, Anggie berencana melanjutkan pendidikan magister di luar negeri dan berkomitmen menjadi aparatur sipil negara (ASN) yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.

“Saya ingin menjadi seorang ASN yang benar-benar melayani, bukan untuk dilayani,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada generasi muda agar tidak mudah menyerah meski berasal dari keluarga sederhana. Menurutnya, niat, kerja keras, dan doa menjadi kunci untuk mewujudkan cita-cita. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here