Pasuruan, restorasihukum.com – Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Jalan Raya Surabaya – Malang, tepatnya Bundaran Apollo, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin (27/7/2026) sekitar pukul 06.15 WIB.
Sebuah truk trailer/tronton diduga mengalami rem blong saat melintas di jalan menurun dan menabrak sejumlah kendaraan di depannya.
Berdasarkan keterangan awal di lokasi, truk tronton melaju dari arah Surabaya menuju Malang. Setiba di Bundaran Apollo Desa Ngerong, sopir diduga tidak dapat mengendalikan kendaraan karena rem tidak berfungsi.
Truk kemudian menabrak Colt Diesel, truk tangki, beberapa sepeda motor, dan bangunan yang berada di bahu jalan. Benturan keras menyebabkan sejumlah korban tergeletak di lokasi kejadian.
Kapolres Pasuruan melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Ipda Budi Wira menyampaikan data sementara:
Korban Meninggal Dunia: 4 Orang
1. Moch. Ashif (25) – Pengendara Honda PCX, warga Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen
2. Moch. Ashofi (25) – Penumpang Honda PCX, warga Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen
3. Mukhammad Khoiron (44) – Penumpang Honda Vario, warga Desa Sukolelo, Kecamatan Prigen
4. Ismiyati (38) – Warga Desa Candiwates, Kecamatan Prigen
Seluruh jenazah korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek untuk identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Korban Luka-luka: 7 Orang
Di antaranya Agung (34), sopir truk kontainer asal Surabaya, mengalami patah tulang kaki kanan. 6 korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di RS area Pandaan dan Sukorejo.
Petugas Satlantas Polres Pasuruan segera melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti. Sopir truk tronton juga sudah diamankan untuk dimintai keterangan.
“Kami masih mendalami apakah kecelakaan ini murni akibat rem blong atau ada unsur kelalaian lainnya. Pemeriksaan kelaikan teknis kendaraan juga kami lakukan,” ujar Ipda Budi Wira.
Satlantas Polres Pasuruan mengimbau para pengemudi kendaraan muatan besar untuk selalu mengecek fungsi pengereman sebelum beroperasi demi keselamatan bersama.
“Masyarakat diminta berhati-hati saat melintas di jalur rawan dan melaporkan jika menemukan kendaraan yang tidak laik jalan,” himbaunya.
Arus lalu lintas sempat tersendat, namun kini sudah kembali normal setelah proses evakuasi selesai. (Sy)












