Direktorat IV JAM INTEL Kawal Proyek Strategis Nasional Bali Maritime Tourism Hub Senilai Rp1,2 Triliun

0
64

Bali, restorasihukum.com – Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Reda Mantovani hadir dan memberikan sambutan dalam acara penyampaian hasil akhir (exit meeting) atas proyek strategis nasional (PSN) Pengembangan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH), khususnya pekerjaan pengerukan alur dan kolam Pelabuhan Benoa oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Kamis, 24 Juli 2025.

Acara ini merupakan bagian dari tindak lanjut pengamanan dan pengawalan oleh Direktorat IV (Direktorat Pengamanan Pembangunan Strategis/PPS) pada JAM Intelijen terhadap proyek strategis nasional yang dijalankan PT Pelindo. Fokus pengamanan diarahkan pada mitigasi risiko Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT) yang dapat mengganggu kelancaran proyek.

Dalam sambutannya, Reda menyampaikan apresiasi terhadap PT Pelindo atas kerja sama dan kepercayaan yang diberikan dalam proses pengamanan proyek strategis ini.

“Pengamanan pembangunan strategis bukan sekadar formalitas administratif, tapi merupakan bagian dari komitmen kita bersama untuk memastikan proyek berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran,” kata JAM-Intel.

Tim PPS Kejaksaan menjalankan pengamanan dalam sejumlah aspek, meliputi:

  • Perlindungan terhadap personel yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek;

  • Pengamanan aset dan barang, termasuk lahan serta pemanfaatan aset negara;

  • Koordinasi untuk mengatasi hambatan birokrasi seperti tumpang tindih regulasi atau pungutan liar.

Reda juga menegaskan bahwa kegiatan pengamanan ini tidak menghapus tanggung jawab hukum individu, dan tetap diperlukan pengawasan agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang atau penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.

Ia mengingatkan semua pemangku kepentingan, termasuk PT Pelindo dan aparatur Kejaksaan, untuk menjauhi praktik transaksional serta menjaga integritas dan profesionalitas dalam menjalankan proyek PSN.

Menutup sambutannya, Reda meminta Tim PPS untuk terus meningkatkan kinerja dan koordinasi lintas lembaga, menjalin sinergi dengan Kementerian/Lembaga, BUMN, serta berkomitmen terhadap pencegahan korupsi dan penyimpangan.

Sementara itu, Direktur IV JAM-Intelijen, Setiawan Budi Cahyono, dalam laporannya menyebut bahwa nilai proyek yang dikawal oleh Tim PPS mencapai sekitar Rp1,2 triliun. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pengamanan proyek-proyek strategis ke depannya.

“Ini bukan akhir, tapi awal untuk mendorong pengamanan yang lebih berkualitas di masa mendatang,” tutup Setiawan. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here